Kelebihan dan Kekurangan Mengonsumsi Menu Belut

Kelebihan dan Kekurangan Mengonsumsi Menu Belut – Apakah Anda suka mengonsumsi menu berbahan belut? Kalau jawaban Anda iya, maka Anda termasuk orang beruntung. Mengapa? Karena menu ini mengandung zat gizi super tinggi. Karena kandungannya tersebut belut menjadi populer dan kerap dicari masyarakat. Kemudian tidak sedikit pula meliriknya untuk dibudidayakan. Hal baiknya, semakin banyak industri budidaya belut, maka menu belut pun akan semakin mudah ditemui di pasaran. Sekilas informasi belut terutama belut sawah  memiliki nilai energi yang cukup tinggi yakni 303 kilo kalori per 100 gram daging. Nilai energinya sendiri jauh lebih tinggi dibandingkan telur dan daging sapi. Wow, luar biasa bukan? 

Nah berikut ini akan dipaparkan mengenai kandungan zat dalam belut yang tentu saja  bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia. Belut memang baik untuk kesehatan, namun Anda perlu mewaspadai juga karena tidak semua kandungan belut baik untuk tubuh. Untuk mengetahui Kelebihan dan Kekurangan Mengonsumsi Menu Belut silahkan baca penjelesan di bawah ini;

Kelebihan dan Kekurangan Mengonsumsi Menu Belut 

Kelebihan:

  • Protein – Daging belut memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dari telur dan setara dengan kandungan protein daging sapi yakni 18,4g/100 gram. Begitu juga dengan nilai cerna protein pada belut yang juga sangat tinggi sehingga sangat cocok untuk dijadikan sumber protein bagi semua kelompok usia, termasuk anak-anak.
  • Leusin – Belut juga mengandung leusin yang bermanfaat untuk melakukan perombakan dan pembentukan protein otot.
  • Arginin – Belut mengandung arginin atau asam amino non esensial yang dapat memengaruhi hormon pertumbuhan manusia yang sering disebut dengan human growth hormone (HGH).
  • Zat Besi – Belut juga sangat kaya akan zat besi dimana terkandung 20 mg/100 gram. Kandungannya tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan zat besi pada telur dan daging. Makanya, dengan mengonsumsi 125 gram daging belut per hari sudah dapat memenuhi kebutuhan akan zat besi yakni 25 mg per harinya. 
  • Fosfor – Belut juga sangat kaya akan fosfor dan nilainya bisa dua kali lipat dibandingkan kandungan fosfor pada telur. Tanpa kehadiran fosfor, kalsium tidak dapat membentuk massa tulang. Karena itu, konsumsi fosfor harus berimbang dengan kalsium agar tulang menjadi kokoh dan kuat sehingga terbebas dari osteoporosis. Di dalam tubuh, fosfor yang berbentuk kristal kalsium fosfat umumnya (sekitar 80 persen) berada dalam tulang dan gigi.
  • Vitamin – Belut juga sangat kaya terhadap berbagai macam vitamin seperti vitamin A dan vitamin B. Kandungan vitamin A-nya termasuk tinggi yakni 1.600 SI per 100 gram sehingga sangat baik untuk pemeliharaan sel epitel. Sedangkan vitamin B yang juga banyak terkandung dalam belut sangat bermanfaat untuk kofaktor dari suatu enzim sehingga enzim tersebut dapat berfungsi normal di dalam proses metabolisme tubuh.

Kekurangan:
  • Lemak – Di antara kelompok ikan, belut digolongkan sebagai yang berkadar lemak tinggi. Kandungan lemak pada belut hampir setara dengan lemak pada daging babi (28 g/100 gram). Menurut publikasi yang dikeluarkan oleh Singapore General Hospital, belut termasuk makanan berkolesterol tinggi dan wajib untuk diwaspadai apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.
BACA ARTIKEL TERKAIT RESEP MENU BELUT
Nah itulah ulasan mengenai kandungan zat baik dan buruk dalam menu belut. Meskipun dalam belut mengandung lemak tinggi, namun tidak masalah jika Anda mengonsumsinya asalkan tidak berlebihan. Pakar gizi pun mengananjurkan untuk mengonsumsi menu ini. Dan semoga tulisan tentang Kelebihan dan Kekurangan Mengonsumsi Menu Belut ini bermanfaat untuk Anda semua.