Tips Mencegah Flu dengan Bumbu Dapur

Musim pancaroba biasa mempengaruhi kondisi tubuh. Badan jadi gampang sakit terutama demam dan flu. Sebenarnya menjaga kondisi tubuh bisa dengan suplai asupan makanan yang banyak mengandung vit C. Akan tetapi, tahukah Anda, bahwa di dalam kotak bumbu dapur Anda sebenarnya terdapat beberapa bahan yang memiliki khasiat penghambat flu… Anda bisa gunakan bumbu tersebut agar kondisi keluarga Anda tetap sehat di musin pancaroba.  Dan ingatkah Anda ada pepatah “LEBIH BAIK MENCEGAH KETIMBANG MENGOBATI”… maka segera lakukan saja 🙂

Berikut 4 bumbu pencegah flu:   

1. Bawang
Bawang dan familinya, seperti bawang bombay, bawang merah dan bawang putih mengandung zat bernamaphytochemical allium danallicin yang bermanfaat bagi sistem imunitas tubuh. Mengonsumsi satu siung bawang dalam sehari dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, seperti yang disampaikan tim peneliti dariUniversity of Virginia.
 

Keluarga bawang memiliki efek anti bakteri dan virus, dan berperan dalam mempertahankan kadar kolesterol sehat (HDL). Selain itu, bawang putih juga dapat berfungsi sebagai dekongestan atau pelega hidung mampet akibat serangan flu serta mengandung antioksidan yang dapat mencegah infeksi radikal bebas.


2. Lobak
Aroma lobak memang kurang bersahabat bagi hidung Anda. Tetapi, kandungan nutrisi dan manfaatnya bagi kesehatan mengalahkan aromanya. Kandungan betakarotennya bermanfaat meningkatkan metabolisme dan menjaga kesehatan mata. 

Lobak juga diperkaya dengan vitamin C, asam folat, potasium, vitamain B-6,riboflavin, magnesium, dan kalsium.Berbagai nutrisi penting inilah yang menjadikan lobak sebagai makanan sehat untuk mencegah flu, batuk, hingga kanker. Potasium juga berfungsi untuk mencegah proses dehidrasi yang merupakan celah menurunnya daya tahan tubuh dan fungsi keseluruhan tubuh dalam melawan penyakit.
 

3. Cabe
Bukan hanya sensasi pedasnya yang membuat banyak orang ketagihan. Akan tetapi, cabe juga sarat dengan nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan. Menurut penelitian yang dilakukan diUniversity of Chicago, kandungan vitamin C dan betakaroten pada cabe diklaim lebih tinggi dari buah-buahan populer seperti mangga dan pepaya.

Cabe juga mengandung zat aktifbioflavonoid yang berperan besar dalam menjaga kesehatan jantung dan sebagai agen anti-kanker. Sensasi pedas yang muncul pada saat mengonsumsi cabe berasal dari zatkapsaisin, yang memiliki kemampuan menghalangi aktivitas otak ketika menerima sinyal rasa sakit dari pusat saraf. Selain itu,kapsaisin juga memiliki kemampuan untuk meluruhkan lendir yang menyumbat ditenggorokan dan hidung.
 

4. Jahe
Jahe mengandung banyak senyawa fenolik sepertigingerol danshogaol yang merupakan antioksidan dengan aktivitas tinggi untuk membentengi tubuh dari radikal bebas penyebab penyakit. Itulah sebabnya mengonsumsi minuman jahe saat perubahan cuaca terjadi sangat dianjurkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Khususnya untuk menangkal gejala masuk angin, meringankan batuk, dan flu yang disertai demam.