Tips Sehat Memakai Minyak Goreng Bekas



Terkadang banyak orang menggunakan minyak goreng bekas supaya lebih hemat. Eit!!! hati-hati!!, pemakaian minyak goreng terdapat batas maksimalnya. Jika terlampau sering digunakan bisa-bisa malah membahayakan bagi kesehatan tubuh Anda. Supaya Anda terhindar dari masalah tersebut berikut saya paparkan beberapa tips dan informasi pemakaian minyak goreng.


Cukup empat kali saja
Minyak goreng bekas pakai sebaiknya digunakan tidak lebih dari empat kali karena akan menjadi minyak jelantah (minyak rusak) yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti kanker, diare, dan iritasi saluran pencernaan.
Dinginkan minyak
Usai menggoreng, sisa minyak harus didinginkan dan disaring, fungsinya membersihkan dan mengurangi bau dari sisa makanan sebelumnya. Kemudian, simpan di tempat yang bersih dan sejuk. Jika akan digunakan lagi, tambahkan sedikit minyak yang masih segar supaya jumlahnya tetap mencukupi.
Pakai minyak goreng baru
Minyak goreng bisa saja digunakan berkali-kali, asalkan dengan tahapan yang efisien. Gunakan minyak goreng baru untuk menggoreng bahan makanan yang membutuhkan proses penggorengan dalam waktu relatif singkat dan tidak banyak mengotori minyak goreng, juga bau yang akan ditinggalkan tidak mengganggu bahan makanan selanjutnya yang akan digoreng.
Tunggu wajan panas
Untuk pemakaian minyak goreng, ada baiknya menunggu wadah panas terlebih dahulu baru dituangkan minyak gorengnya. Cara ini akan menghemat waktu dan mengurangi penyerapan minyak secara berlebihan ke dalam makanan.
Beli ukuran besar
Belilah minyak goreng dalam kapasitas yang besar, misalnya dua liter, karena sampah plastik rumah tangga yang dihasilkan akan lebih sedikit dibandingkan membeli beberapa bungkus dalam kapasitas kecil. Menjaga kelestarian lingkungan bisa dimulai dari dapur.

Nah… Agar lebih hemat namum juga tetap terjaga kadar sehatnya, baiknya Anda baca ini sebelum menggunakan minyak goreng:
  1. Mula-mula masaklah gorenglah masakan berbahan kecil dan tipis. Anda bisa mulai dengan memasak bawang goreng, kacang, kerupuk dan sejenisnya.
  2. Selanjutnya Anda bisa meneruskan untuk memasak bahan yang lebih ‘berat’, seperti tumis, tempe dan tahu goreng, kentang goreng, dan semisalnya. Tapi ingat, sebelum Anda melakukannya, saring dulu minyaknya.
  3. Sampai sini sudah terhitung 2 kali proses penggorengan, apakah minyak masih bisa digunakan? Tentu bisa. Anda bisa memasak bahan yang lebih ‘berat’ lagi semisal ayam goreng, atau ikan. Setelah ini, minyak sudah tidak layak pakai dan harus Anda buang.
  4. Sedangkan untuk minyak bekas menggoreng kue-kue semacam kembang goyang atau donat, minyaknya akan meninggalkan aroma yang bagus. Anda bisa menggunakannya untuk menggoreng kue penganan kecil lainnya.

TAMBAHAN:
  • Perhatikan volume pakai saat memasak. Takaran yang tepat – tidak berlebihan dan tidak kurang – adalah setengah dari volume bahan yang akan dimasak.
  • Gunakan wadah yang bersih dan saring terlebih dahulu minyak re-use.
  • Minyak yang sudah berwarna kecoklatan jangan Anda gunakan lagi, walaupun baru 1 atau 2 kali pakai.
sumber: okefood.com | propolisdiamondku.com