Ciri-ciri Bunga Bawang Putih Anggur (Mansoa alliacea)

Bunga Bawang Putih atau Mansoa alliacea merupakan tumbuhan bunga semak belukar merambat ya Ciri-ciri Bunga Bawang Putih Anggur (Mansoa alliacea)
Bunga Bawang putih anggur (Mansoa Alliacea). Photo Arham Alpian

 

Bunga Bawang Putih atau Mansoa alliacea merupakan tumbuhan bunga semak belukar merambat yang biasanya dijadikan sebagai bunga hias dipekarangan, ataupun disekitaran halaman rumah. Selain dari bunganya yang cantik, Mansoa alliacea ini beraroma khas mirip bawang putih ketika di remuk atau digosok. untuk itu penduduk lokal menyebutnya sebagai bunga bawang putih.

Sekilas Tentang Bunga Bawang Putih Anggur (Mansoa alliacea)

Mansoa alliacea berasal dari daratan Amerika Selatan sebelah Utara. Nama tersebut berasal dari bahasa latin “alliceaus, a, um” yang berarti seperti bawang putih. Di daratan Eropa tumbuhan ini memiliki banyak sebutan diantaranya Garlic Vine, Forest Garlic, Wild Garlic dan masih banyak lagi. di Indonesia sendiri Manosa Alliacea dikenal dengan sebutan bunga bawang atau bunga bawang putih.

dilansir dari Monaco Nature Encyclopedia bahwa Mansoa alliacea awalnya tumbuhan yang hanya dapat hidup di hutan lambab dan dekat dengan dengan aliran sungai. namun tumbuhan ini telah banyak diekspor ke berbagai negara dan di budidayakan sehingga bisa tumbuh diberbagai iklim.

Bunga Bawang Putih Anggur (Mansoa alliacea), juga dikenal sebagai Garlic Vine, adalah tanaman rambat yang berasal dari wilayah Amerika Tengah dan Selatan. Nama “Bawang Putih Anggur” merujuk pada aroma bunganya yang mirip dengan bawang putih, sedangkan “Anggur” mengacu pada bentuk daunnya yang mirip dengan daun anggur. Berikut adalah deskripsi dari Bunga Bawang Putih Anggur (Mansoa alliacea):

  1. Daun: Daun Bunga Bawang Putih Anggur berbentuk majemuk atau daun majemuk (pinnate), dengan lima hingga tujuh helai daun yang tergabung dalam satu tangkai daun. Daun-daunnya berwarna hijau tua dengan tekstur yang lembut dan ujung daunnya runcing.

  2. Batang: Tanaman ini memiliki batang yang panjang, ramping, dan merambat. Batangnya berwarna hijau dan tumbuh memanjat pada struktur atau tanaman lain di sekitarnya.

  3. Bunga: Bunga Bawang Putih Anggur tumbuh dalam tandan yang padat di ujung batang atau cabang. Bunga-bunga ini berbentuk tabung atau lonjong, berwarna ungu muda atau merah muda, dan memiliki aroma yang mirip dengan bawang putih, terutama ketika bunga-bunga tersebut diusik atau digosok. Bunga-bunga ini menarik perhatian serangga penyerbuk, seperti lebah dan kupu-kupu.

  4. Buah: Setelah berbunga, Bunga Bawang Putih Anggur menghasilkan buah yang berbentuk bulat dan berisi biji-biji kecil.

  5. Ukuran: Tinggi tanaman Bunga Bawang Putih Anggur dapat mencapai beberapa meter, tergantung pada kondisi pertumbuhannya dan lingkungan.

  6. Perawatan: Bunga Bawang Putih Anggur adalah tanaman yang relatif mudah dirawat. Ia lebih suka tumbuh di tempat yang mendapatkan sinar matahari penuh hingga setengah bayangan. Tanaman ini membutuhkan penyiraman secara teratur dan tanah yang lembab, tetapi juga bisa tumbuh dengan baik di kondisi tanah yang sedikit kering. Bunga Bawang Putih Anggur tumbuh dengan baik dalam iklim hangat hingga sedikit dingin.

  7. Penggunaan: Bunga Bawang Putih Anggur sering digunakan dalam lanskap sebagai tanaman rambat untuk menutupi pagar, pagar hidup, atau struktur lainnya. Bunga-bunga yang indah dan aroma yang khas menjadikannya pilihan yang menarik bagi pecinta tanaman hias yang ingin menambahkan tampilan yang eksotis pada taman atau pekarangan.

Bunga Bawang Putih Anggur (Mansoa alliacea) adalah tanaman rambat yang menarik dengan bunga berwarna-warni dan aroma khas yang mirip dengan bawang putih. Kemudahan perawatannya menjadikannya pilihan yang populer bagi pecinta tanaman hias yang mencari tampilan yang eksotis dan menarik untuk menghiasi taman atau ruangan.

di Indonesia, tanaman ini masih begitu kurang dimanfaatkan. kebanyakan penduduk lokal hanya memanfaatkannya sebagai tumbuhan hias  dan digunakan untuk menangkal/mengusir nyamuk. tapi di beberapa negara Mansoa alliacea dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional yang berguna untuk obat penurun panas dan cacingan. Tumbuhan ini telah di teliti lebih lanjut terkait dengan manfaat yang dikandungnya .Mansoa alliacea mengandung senyawa antibakteri, antijamur, anti-inflamasi, antioksidan, antivirus dan hipotensi