Manfaat Tumbuhan Kacapiring untuk Kesehatan

at dan Khasiat Tumbuhan Kacapiring yang baik untuk kesehatan  Manfaat Tumbuhan Kacapiring untuk Kesehatan
Kacapiring (Gardenia augusta)

Tahukah kamu..!? dibalik bentuk dan warnanya yang cantik, ternyata banyak Manfa’at dan khasiat dari Tumbuhan kacapiring. mari mengenal lebih dalam mengenai Tanaman kacapiring.
Bunga Kacapiring (Gardenia augusta) berasal dari Tiongkok, dan sekarang sudah bisa kita jumpai di Asia tenggara. biasanya tumbuh disekitar daerah pegunungan mulai dari ketinggian 400m diatas permukaan laut. bunga kacapiring banyak dijadikan tanaman hias, karena bunganya yang indah dan baunya yang harum. banyak dijadikan pula sanggul yang dipakai oleh wanita di beberapa daerah, juga sering dijadikan bunga potong/ hiasan rumah. Ekstrak bunganya yang beraroma wangi sering dijadikan wangi-wangian dan bahan pembuatan minyak rambut. bisa dikembangbiakan dengan melalui pencangkokan, seteng batang, atau biji.
Habitus perdu tahunan, tinggi sekitar 1-2 m, tegak, daunnya berkarang tiga/ berhadapan, tangkainya pendek, berbentuk oval dengan ujung dan pangkal yang runcing, licin dan tebal seperti kulit, dibagian atasnya mengkilap, berwarna hijau tua, dengan panjang sekitar 4,5-13 cm, lebarnya 2-5 cm. bunganya tunggal dengan bentuk mahkota seperti terompet dan tersusun melingkar, dengan tangkai pendek, berwarna putih, berbau harum, biasanya muncul dari ujung batang/ ranting. buahnya berwarna kuning, bentuknya seperti bulat telur dengan kulit tipis dan memiliki banyak biji.

Sinonim: Gardeni jasminoides, gardenia grandiflora, gardenia florida.
Familia: rubiaceae
Nama daerah:

  1. Jawa: ceplok piring (jawa), peciring, cepiring, kacapiring (sunda, jawa).
  2. Sumatra: rajaputih (aceh), sangkapa (melayu), kacapiring, meulu bruek.
  3. Nusa tenggara: jempiring 
Nama asing: pud sorn, gardenia jasmine, rosal, gardenia, san tze che, bunga cina, kaapse jasmijn, cape jasmine, jasmine du cap.

Bagian yang dipakai: bunga, buah, daun, dan biji.
Kandungan kimia: Mengandung uap minyak, diantaranya linalool, gardenin, crocetin, scandosida, crosin,b-sitosterol, gardenosida geniposida, genipin-I-glucoside, dan styrolyl asetat.
Sifat kimia dan efek farmakologis: Pahit, sedikit asam, dingin, berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi), antibiotik, membersihkan darah, menurunkan demam (antipiretik), dan mencegah pembekuan darah.
Dosis pemakaian:
1. Pemakaian luar:

  1. perut kembung & panas pada anak-anak karena gangguan pencernaan (disoensia): 9 gr biji kacapiring mentah dihaluskan, ditambahkan sedikit tepung terigu dan putih telur, aduk sampai rata, dibentuk tipis, lalu ditempelkan pada pusar.
  2. Bisul di kepala pada anak kecil: buah kacapiring yang mentah dihaluskan, lalu campurkan dengan putih telur, aduk hingga rata lalu oleskan pada bisul.
  3. herpes simplek: buah kacapiring mentah, disangrai sampai kering, lalu digiling sampai bubuk,dicampur dengan jus lidah buaya (aloe vera), aduk rata, lalu oleskan pada bagian yang sakit.
  4. luka memar karena jatuh/ terpukul: 15 gr biji kacapiring & 15 gr jahe (zingiber officinale), dicuci dan dihaluskan, aduk hingga rata, lalu tempelkan pada bagian yang sakit.
  5. luka bakar: buah kacapiring dihaluskan, tambah sedikit air, aduk hingga rata, lalu oleskan pada bagian yang sakit.
  6. kesekeo: buah kacapiring secukupnya ditumbuk kasar, campur dengan air hangat, aduk rata, lalu dioleskan pada bagian yang sakit, dan ditutup dengan kain.
2. Pemakaian dalam:

  1. radang saluran nafas (bronkhitis): 30-60 gr akar kacapiring & 10 gr jahe merah (zingiber officinale) direbus dengan menggunakan air sebanyak 500 cc hingga air tersisa 250 cc, disaring kemudian diminum airnya. 
  2. sakit gigi: 9 gr buah kacapiring yang kering direbus dengan air 400 cc hingga tersisa 200 cc, saring kemudian airnya diminum selagi masih hangat.
  3. demam karena angin dan panas: 9-12 gr buah kacapiring kering direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring lalu kemudian airnya diminum.
  4. batuk (tusis) karena gangguan paru-paru: 3 kuntum bunga kacapiring, dicuci dan direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, setelah dingin lalu airnya diminum.
  5. buang air besar mengandung darah: 30 gr buah kacapiring disangrai sampai hitam, lalu dihaluskan sampai bubuk, diseduh dengan air mendidih. minum selagi hangat.
  6. kencing manis (diabetes mellitus): 30 gr daun kacapiring, 30 gr daun alpukat, direbus dengan 400 cc air sampai tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum sekaligus, lakukan setiap hari secara teratur.
  7. jantung berdebar keras (palpitasi): 30 gr daun kacapiring muda, 30 gr daun sembung manis (blumea balsamivera), 25 buah buni masak (antidesma bunius), 1 jari kayu manis (cinamomum burmani), 10 gr jahe (zingiber officinale) dan 30 gr gula enau (arenga pinnata), dicuci dan dipotong-potong, kemudian direbus dengan menggunakan 800 cc air sampai tersisa 400 cc. lalu kemudian diminum airnya setelah dingin, diminum untuk 2 kali sehari, setiap kali minum 200 cc.
  8. mimisan (epistaxis): 30 gr buah kacapiring (untuk anak-anak 10 gr), disangrai, dan 20 gr umbi anggrek tanah direbus dengan menggunakan air 500 cc sampai tersisa 250 cc, disaring lalu diminum airnya.
  9. mata merah: 10 gr buah kacapiring kering & 50 gr akar alang-alang (imperata cylindrical), dicuci dan direbus dengan menggunakan 500 cc air sampai tersisa 250 cc, disaring kemudian diminum airnya.
  10. menambah nafsu makan (stomakik): 5-10 daun kacapiring dicuci bersih & dihaluskan kemudian diseduh dengan menggunakan air mendidih 200 cc, diamkan sebentar, tambahkan madu/ gula aren (arenga pinnata) secukupnya , diminum airnya, lakukan 1 kali sehari.
  11. lambung panas: 20 biji kacapiring disangrai sampai hitam, kemudian direbus dengan air secukupnya, tambahkan sedikit jahe (zingiber officinale), kemudian diminum airnya.
  12. kencing mengandung darah (hematuria): 60 gr buah kacapiring & gula batu secukupnya direbus dengan menggunakan air 500 cc sampai tersisa 250 cc kemudian diminum airnya.
  13. demam disertai mengigau: 30-60 gr akar kacapiring, dicuci dan direbus dengan air 500 cc sampai tersisa 250 cc, setelah dingin lalu airnya diminum.
  14. sariawan (aphthae): 30 gr daun kacapiring & 15 gr daun saga (abrus precatorius) dicuci dan ditumbuk hingga halus, tambahkan air masak 200 cc lalu disaring, tambahkan 400 cc madu kemudian diminum 2x dalam sehari.
  15. demam, meriang: 30 gr daun kacapiring dicuci & direbus dengan menggunakan air sebanyak 400 cc sampai tersisa 200 cc kemudian disaring, tambahkan gula pasir secukupnya, diaduk rata, kemudian diminum airnya.
  16. disentri yang disertai darah dan lendir: 30-60 gr akar kacapiring & gula batu secukupnya direbus dengan menggunakan  500 cc air sampai tersisa 200 cc kemudian diminum airnya.
  17. kejang jantung (angina pectoris): 30 gr daun kacapiring, 30 gr daun sembung (blumea balsamifera), 15 gr daun dewa (gynura segetum) & 30 gr daun enau (arenga pinnata), dicuci dan dipotong-potong seperlunya kemudian direbus dengan air 600 cc sampai tersisa 300 cc, setelah dingin kemudian disaring lalu diminum untuk 3x dalam sehari @100 cc air.
  18. muntah darah (hematemesis): 9 gr buah kacapiring kering & 60 gr akar alang-alang (imperata cylindrica) direbus dengan menggunakan air 500 cc sampai tersisa 250 cc kemudian diminum airnya.
  19. sakit kuning (jaundice): akar kacapiring direbus kemudian diminum airnya.
  • balita 3-4 tahun: dosis 20 gr
  • anak-anak 5-7 tahun: 30 gr
  • anak-anak 8-10 tahun:45 gr
  • anak-anak 11-15 tahun: 60 gr
  • diatas 16 tahun: 90 gr.
Catatan:

  • umbi anggrek tanah bisa dibeli di toko obat tionghoa
  • tidak dianjurkan untuk yang lemah limpanya
  • setiap pengobatan dilakukan secara teratur, untuk hasil yang lebih maksimal, untuk penyakit serius tetap konsultasikan ke dokter.
terima kasih telah membaca artikel ini, mudah-mudahan bermanfa’at…Amiin