Penyiraman dan pemupukan awal tanaman cabai

1.penyiraman

Sehari setelah penanaman bibit, biasanya akan terdapat beberapa bibit yang mengalami layu sementara. Indikasi yang terlihat ini bukanlah hal yang dapat membahayakan tanaman asalkan bibit yang telah ditanam harus selalu disiram. Penyiraman harus dilakukan pada pagi dan sore hari. Penyiraman tanaman pada tahap ini tidak perlu terlalu banyak, hal ini dilakukan untuk menghindari adanya kemungkinan pembusukan akar yang diakibatkan karena permukaan tanah yang lembab. 
 biasanya akan terdapat beberapa bibit yang mengalami layu sementara Penyiraman dan pemupukan awal tanaman cabai

Penyiraman juga tidak hanya dilakukan pada bibit yang mengalami layu sementara, tetapi juga bibit yang tidak layu pun harus tetap secukupnya disiram. Penyiraman dapat dilakukan selama 3 sampai 6 hari berturut-turut. Ini perlu untuk dilakukan karena tanaman cabai pada awal pertumbuhan membutuhkan air untuk proses pertumbuhan cabang, daun, bunga, dan buah. Untuk pertumbuhan bibit yang tidak menunjukkan indikasi layu sementara akan lebih bagus, namun hal ini pada akhirnya tidak akan terlihat.
Penyiraman sangat penting untuk dilakukan ketika usia tanaman masih tergolong muda, hal ini akan berpengaruh pada produksi buah pada tanaman kelak. Tanaman yang cabai yang kekurangan air produksi buahnya akan

sedikit. Oleh karena itu, penyiraman pada masa ini harus rutin untuk dilakukan. Namun kita juga perlu memperhatikan kondisi lahan penanaman. Tanaman cabai yang mendapatkan kebutuhan air secara berlebihan akan merusak tanaman. Untuk menghindari hal ini, sistem pembuangan air yang berlebihan harus diperhatikan.

Selain kerusakan yang ditimbulkan karena kelebihan air, kerusakan juga dapat ditimbulkan karena hama semut. Hal ini biasanya terjadi pada saat pembibitan tanaman cabai.
2. Pemupukan awal

Untuk pemupukan awal pada tanaman cabai hendaknya dilakukan pada saat tanaman berumur sekitar 20 hari. Pemberian pupuk pada usia ini juga perlu diperhatikan. Pupuk yang akan digunakan sebaiknya menggunakan pupuk organik, pupuk dari hasil pembusukan daun-daunan atau pupuk kotoran hewan. Apabila kesulitan menemukan pupuk organik, tanaman juga bisa menggunakan pupuk yang dapat di beli di toko, asalkan pemberian pupuk tersebut harus terkontrol dan harus sesuai dengan usia tanaman.