24 Manfaat Bersepeda (dan Efek Sampingnya)

Bersepeda tidak diragukan lagi menyehatkan, dan bersepeda dapat di mana saja.

Jika bersepeda di desa atau yang di “lingkungan hijau”, maka bersepeda bisa sambil menikmati pemandangan alam.

Intinya, selain sebagai alat untuk rekreasi, bersepeda membuat tubuh bergerak aktif.

 Bersepeda tidak diragukan lagi menyehatkan 24 Manfaat Bersepeda (dan Efek Sampingnya)

Bersepeda sangat disukai banyak orang, termasuk anak-anak, orang lanjut usia, hingga para penyandang cacat dengan bantuan peralatan khusus.

Lakukanlah bersepeda, setidaknya 150 menit dalam setiap minggunya. Misalnya, Anda dapat bersepeda sebagai transportasi untuk bekerja, sekolah dan semacamnya, atau juga bersepeda di hari-hari libur.

Manfaat bersepeda untuk kesehatan

#1. Memperkuat otot tubuh
Hampir semua anggota tubuh yang terlibat bergerak saat bersepeda, mulai dari kaki yang mengayuh, juga tangan, punggung, dan bagian tubuh yang lainnya akan terpicu bergerak.

Bersepeda akan membuat otot-otot tubuh Anda menjadi lebih kuat dan kencang.

Pelatih kebugaran di St. Catharines, Ontario, Jenny Brown mengatakan “Bersepeda membantu menguatkan tubuh bagian bawah seperti paha depan, paha belakang dan bokong dengan mengembangkan otot tersebut secara bersamaan”.

#2. Menyehatkan jantung
Bersepeda termasuk olahraga kardio, hal itu karena bersepeda (walaupun hanya 10 menit) sudah bisa membantu memaksimalkan kinerja organ jantung, organ paru-paru, dan sistem sirkulasi di dalam tubuh menjadi optimal.

Rajin bersepedasecara teratur membantu untuk menurunkan tingkat kolesterol jahat di dalam darah, menguatkan otot jantung, dan menurunkan tekanan darah.

Menurunnya tingkat kolesterol jahat berarti mencegah terjadinya penyempitan pembuluh darah.

Otot jantung yang biasa terlatih akan menjadi lebih baik fungsinya, yang membuat proses peredaran darah dan oksigen ke seluruh tubuh menjadi optimal.

Dengan baiknya kinerja sistem peredaran darah, hal ini sangat penting untuk menurunkan risiko stroke, serangan jantung, dan tekanan darah tinggi.

Usahakan bersepeda hingga mengeluarkan keringat, yang berarti Anda akan memperoleh manfat yang besar.

Studi yang dilakukan British Medical Association, menemukan hasil bahwa bersepeda sejauh 20 mil dalam seminggu mampu untuk mengurangi risiko terserang penyakit jantung koroner sebesar 50%.


#3. Mengatur pernapasan
Entunya kita akan terengah-engah jika mengayuh sepeda dalam waktu lama atau jarak hingga berkilo-kilo meter. Namun, hal itu dapat menyehatkan pernapasan tubuh.

Manfaatnya berupa tubuh dapat lebih tertaur dalam bernapas.

Untuk itu juga, jika ingin bersepeda dalam waktu cukup lama (lebih dari 30 menit), disarankan sebelum olahraga bersepeda untuk melakukan pemanasan tubuh.

#4. Memperkuat Kerangka Tubuh
Apabila ada yang mengira jika sering bersepeda akan membuat postur tubuh sedikit membungkuk. Hal ini tidaklah besar, hal itu karena dengan bersepeda, justru kerangka tubuh menjadi semakin kuat dan tegak.

Dengan tulang yang kuat tentunya akan membuat Anda lebih mudah melakukan aktivitas sehari-hari. Bersepeda dapat meningkatkan kekuatan, kepadatan dan keseimbangan tulang, sekaligus juga mencegah osteoporosis.

#5. Menjaga berat badan
Bersepeda ria yang dilakukan juga dapat dijadikan tujuan diet, dengan pola makan yang terjaga, maka sangat efektif melakukan aktivitas bersepeda untuk mencegah kegemukan pada tubuh.

Saat bersepeda, kinerja kardiovaskular dan otot menjadi maksimal, yang juga memaksimalkan pembakaran kalori di dalam tubuh, bersamaan dengan tingkat metabolisme tubuh yang meningkat…

…sehingga bagi Anda yang suka bersepeda dapat menurunkan berat badan dengan mudah.

Bersepeda dapat membakar kalor sekitar 300 kalori per jam dengan kecepatan biasa (bersepeda santai).

Dapat membakar 400 kalori per jam apabila bersepeda dengan kecepatan 11 mph.

Dapat membakar 700 kalori apabila bersepeda di medan berat selama 1 jam.

Jika Anda membakar 300 kalori saja dalam sehari, berarti Anda sudah bisa menurunkan berat badan 1 Kg dalam 25 hari.

#6. Menjaga kesehatan sendi tubuh
Selain otot, sendi-sendi pada kaki dan tangan akan ikut aktif saat bersepeda, seperti sikut, lutut, pergelangan kaki, dan pergelangan tangan…

…bagian sendi tersebut secara otomatis bekerja dan bergerak saat bersepeda. Hal ini memberikan manfaat, yang membuat persendian menjadi semakin fleksibel.

Gerakan yang melibatkan hampir semua tubuh, membuat otot dan sendi-sendri tubuh tersebut mengalami peningkatan aktivitas…

…yang membuatnya lebih kuat dan fleksibel. Selain itu, koordinasi dan keseimbangan tubuh juga ikut terlatih.

loading…


#7. Mengatasi stress
Saat bersepeda, tubuh akan terpicu untuk mengeluarkan hormon yang bernama endorfin. Hormon endorfin memiliki efek untuk memicu rasa nyaman dan suasana hati (mood) menjadi cenderung positif.

Selain itu, hormin endorfin juga berfungsi untuk mengurangi rasa sakit.

Dengan mood yang bagus dan rasa nyaman di dalam tubuh, sangat penting untuk mengurangi beban yang menggelayuti pikiran.

Apalagi dengan pemandangan yang bagus saat bersepeda di alam sekitar, maka menjadi sangat efektif untuk menghilangkan stres secara maksimal.

Dengan begitu, apabila mengalami depresi atau stress, cobalah ke luar rumah menuju ke alam sekitar untuk bersepeda. Yang membuat rasa penat di dalam jiwa menjadi hilang.

#8. Meningkatkan Stamina
Bersepeda dinilai menjadi cara yang sangat  baik untuk meningkatkan stamina, hal ini karena akivitas mengayuh sepeda umumnya lebih lama daripada melakukan aerobik atau berjalan kaki.

Bersepeda dapat memperkuat organ jantung dan paru-paru, sehingga tubuh menjadi terlatih, untuk nantinya mampu melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik dan lancar.

#9. Mencegah kanker
Kanker tergolong penyakit yang cepat menjalar ke seluruh tubuh. Perkembangan kanker di dalam tubuh yang paling banyak dikhawatikan orang-orang.

Anda dapat membantu tubuh untuk terhindari dari kanker dengan hanya melakukan olahraga sepeda.

Bersepeda membuat tubuh mengeluarkan keringat dan tentunya sehat, sehingga memperkecil resiko berkembangnya sel kanker.

#10. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Beberapa studi telah menunjukkan bahwa aktivitas seperti bersepeda memiliki pengaruh positif pada sistem kekebalan tubuh, yang artinya tubuh tidak mudah jatuh sakit, dari serangan penyakit.

Orang yang mengalami kondisi kekebalan yang lemah, rentan mengalami penyakit seperti batuk dan pilek.

#11. Membuat Awet Muda
Bersepeda secara teratur sebenarnya dapat berdampak baik bagi kulit, hal itu karena dengan bersepeda membantu peningkatan aliran darah yang lebih banyak oksigen ke jaringan kulit…

…yang hal ini sangat baik untuk membantu proses pengeluaran racun berbahaya dari dalam tubuh (melalui keringat), serta membuat Anda terlihat lebih muda.


#12. Meningkatkan kerja otak
Profesor Arthur Kramer menjelaskan bahwa bersepeda dapat meningkatkan aliran darah ke otak, hal ini berguna untuk mencegah penyakit alzheimer.

Para peneliti dari Universitas Illinois juga menemukan bahwa bersepeda bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan mental hingga 15 persen. Yang berdampak baik juga dalam perkembangan sel-sel otak.

#13. Mengurangi resiko diabetes
Diabetes tipe 2 termasuk penyakit berbahaya yang menjadi ancaman serius. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak sampai orang tua.

Penyakit diabetes dapat dicegah dengan rutin melakukan aktivitas fisik, salah saunya yang disarankan adalah rajin bersepeda, disamping juga memenuhi keseimbangan nutrisi tubuh.

Pada sebuah penelitian yang dilakukan dalam skala besar di negara Finlandia. Hasil penelitian menemukan bahwa orang yang bersepeda lebih dari 30 menit per hari memiliki 40 persen risiko lebih rendah terkena diabetes

#14. Mengecilkan paha
Memiliki timbunan lemak di paha tentunya cukup mengganggu, terutama untuk kaum wanita yang dapat mengurangi kepercayaan diri.

Dengan olahraga bersepeda, maka kaki menjadi bagian tubuh yang paling banyak bergerak, yang hasilnya adalah banyak lemak akan dibakar, yang akhirnya membuat ukuran paha menjadi proporsional.

Selain itu, mengayuh pedal sepeda membuat otot-otot mulai dari paha sampai pergelangan kaki menjadi terangsang agar menjadi lebih kencang dan kuat.

#15. Meningkatkan energi dan semangat
Apabila Anda kurang bersemangat saat di kantor, tempat kuliah atau sekolah, cobalah untuk membiasakan diri bersepeda, termauk berangkat dengan bersepeda…

…mungkin agak merepotkan, tetapi manfaatnya cukup sepadan. Dimana, menurunnya tubuh yang mudah lelah dan lesu merupakan indikasi kurang berolahraga.

Sehingga dengan bersepeda ini (dibandingkan berkendaraan bermotor) maka akan memicu tubuh untuk lebih berenergi dan bersemangat.

Manfaat bersepeda untuk bersosialisasi dan lainnya:

#16. Berpeluang menambah banyak teman
Jika Anda hobi bersepeda, maka nantinya akan tertarik mengikuti sepeda santai. Maka, dari situ Anda akan bertemu dengan banyak orang baru.

Sehingga anda nantinya bisa ikut bergabung dengan kelompok atau klub sepeda. Sehingga dengan bersepeda bersama, dapat menambah sosialiasi di antara banyak orang yang hobi bersepeda.

Memiliki hobi bersepeda, maka akan menjadi tertarik untuk mengikuti event-event seperti sepeda santai. Anda nantinya bertemu dengan banyak orang baru yang memiliki hobi sama.

#17. Dapat berhemat
Mungkin Anda pernah mendengar istilah “Bike To Work”. Dengan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, maka Anda dapat menghemat biaya transportasi sehari-hari.

Karena memang diakui, biaya transportasi yang ada umumnya cukup mahal, termasuk menggunakan kendaraan pribadi maka perlu membeli bensin.

Jika menggunakan sepeda, maka uang untuk membeli bensin atau membayar biaya angkutan umum bisa untuk ditabung.

#18. Membuat Pikiran Lebih Tenang
Dengan bersepeda, membuat pikirandapat lebih tenang. Hal itu karena saat mengayuh sepeda, ada irama keteraturan yang dilakukan.

Kegiatan fisik yang dilakukan juga bisa berpengaruh pada pikiran seseorang. Sehingga setelah bersepeda, memberkan efek berupa kenyamanan dan kepuasan di dalam jiwa.

#19. Mengatasi masalah kemacetan
Jika Anda tinggal di ibukota, tentunya sudha mengetahui kondisi kemacetan yang setiap hari terjadi. Dengan bersepeda, maka Anda bisa menempuh jalan-jalan kecil ataupun menyalip dengan mudah, sehingga Anda dapat terhindar dari penatnya kemacetan.

#20. Mendukung gerakan “Go Green”
Dengan membiasakan menggunakan sepeda dibandingkan motor ataupun mobil, berarti Anda telah mendukung gerakan Go Green…

…artinya Anda telah ikut dalam berusaha untuk menyelamatkan bumi yang sudah semakin panas (akibat penggunaan kendaraan bermotor, pabrik, dll).

Walaupun baru sedikit ikut gerakan Go Green, tapi jika Anda konsisten melakukannya, maka bisa menginspirasi orang lain.

#21. Sangat ramah lingkungan
Jika bersepeda, tentunya Anda tidak perlu mengisi bahan bakar seperti bensin. Sehingga ketika dikayuh maka tidak akan ada asap kendaraan yang keluar (asap kendaraan menimubulkan polusi yang merusak bumi).

Dengan lebih memilih bersepeda sebagai alat kendaraan, bararti Anda berkontribusi untuk membuat lingkungan yang menjadi lebih bersih.

#22. Meningkatkan kemampuan dalam olahraga lainnya
Jika Anda ingin meningkatkan kemampuan olahraga lainnya seperti sepak bole, bola basket, tenis lapangan dan lainnya.

Pada sebuah studi medis yang dilakukan di Norwegia, yang digelar oleh sebuah klub aerobik, menunjukkan hasil bahwa dengan bersepeda bisa meningkatkan kekuatan tubuh, kelincahan, dan keseimbangan…

…yang hal ini dinlai bisa berdampak besar untuk kemampuan dalam olahraga lainnya.

#23. Memicu jiwa untuk membuat terobosan kreatif
Banyak Penulis, seniman dan lainnya yang sering bersepeda untuk mendapatkan sebuah ide baru yang kreatif.

Sebuah studi yang dilakukan para ahli, menemukan bahwa hanya 25 menit bersepeda, setidaknya bisa menghasilkan satu pemikiran kreatif.

#24. Menghilangkan kecanduan negatif
Jika seseorang terkena masalah kecanduan pada hal-hal negatif seperti rokok, alkohol, dan sebagaianya, maka dengan bersepeda diharapkan mampu menghilangkan kecanduan tersebut.

Hal ini karena kegiatan bersepeda sudah diyakini banyak orang mampu membuat hidup menjadi lebih bahagia, lebh kreatif dan lebih sehat.

Tips dalam bersepeda:

  1. Periksa sepeda Anda sebelum bersepeda ria, pastikan semua komponen sepeda baik, mulai dari rem, hingga kondisi ban.
  2. Kenakan pelindung kepala, siku, dan lutut, sehingga mengurangi resiko parah ketika terjadi kecelakaan di jalan.
  3. Pastikan Anda terlihat oleh pengendara lain apabila Anda bersepeda di jalanan umum yang gelap. Pastikan Anda bisa dilihat oleh pengguna kendaraan lain. Disarankan pasanglah lampu dan gunakan baju yang berwarna terang.
  4. Pastikan Anda selalu memberi tanda kepada para pengguna jalan lain saat akan berbelok atau berhenti. Jangan lakukan secara mendadak! Gunakan sinyal lengan sebelum berbelok ke kanan atau kiri
  5. Lihatlah ke belakang sebelum Anda berputar balik, menyalip, atau berhenti
  6. Ketika menyalip mobil yang sedang terparkir, hati-hati pada saat orang yang di dalam mobil tersebut membuka pintu mobil secara tiba-tiba
  7. Hindari mnggunakan ponsel saat bersepeda
  8. Disarankan menghindari daerah-daerah yang ramai kendaraan bermotor untuk mengurangi paparan polusi.

Efek samping sepeda
#Bersepeda tidak dianjurkan bagi orang yang mengalami masalah dengan sendi dan nyeri rematik.

#Bersepeda terlalu lama bisa menurunkan kualitas dari sperma laki-laki.

#Menurut penelitian para ahli di Yale University, wanita yang bersepeda dengan posisi handlebar (setang) rendah memiliki risiko tinggi terkena masalah kesehatan seksual.

Naik sepeda dengan posisi setang rendah, mengakibatkan tekanan besar pada daerah organ kelamin. Kondisi ini menyebabkan mati rasa yang mengarah pada disfungsi seksual.

Penelitian dilakukan dengan melibatkan 48 responden wanita dengan frekuensi tinggi mengayuh sepeda, setidaknya 16 mil (sekitar 25,5 km) seminggu. Para peneliti mengamati dan mencatat, dimana mayoritas wanita menyandarkan berat badan mereka ke depan pada penyangga di tangan.

Posisi punggung cenderung membentuk sudut 30 – 45 derajat ke arah depan. Semakin rendah posisi setang, semakin besar risiko gangguan seksual.

#Efek negatif bersepeda juga bisa dialami kaum pria. Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada konferensi Reproduction and Embryology European Society, menunjukkan efek negatif bersepeda pada seksualitas laki-laki.

Pria yang TERLALU SERING mengendarai sepeda, setidaknya 290 kilometer per minggu, cenderung memiliki kualitas dan kuantitas sperma yang lebih buruk dari sekelompok pria sehat yang jarang bersepeda.

Untuk menghindari hal tersebut, hindari bersepeda terlalu lama, maksimal hanya 1 jam.

Penurunan kualitas dan kuantitas sperma diyakini karena terjadinya gesekan antara testis dan sadel sepeda. Bisa juga karena kondisi panas akibat gesekan saat mengayuh, dan kondisi celana cenderung ketat.

#Gerakan berulang yang dilakukan saat bersepeda bisa menyebabkan masalah pada lutut, hal ini dipicu jika ada peningkatan dalam kecepatan, jarak terlalu jauh, dan penggunaan sadel yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.

#Sering menggunakan sepeda gunung berisiko mengalami masalah pada tulang punggung, karena penggunaan sepeda gunung umumnya dilakukan dengan kecepatan tinggi dan jalur yang ekstrim.

Referensi:

  1. 30 great benefits of cycling – bikeradar.com
  2. Health Benefits of Cycling – organicfacts.net
  3. The top 5 benefits of cycling – harvard.edu