Cara Mengenal Bakat Anak Sejak Dini (dan Mengoptimalkannya)

Mengenal bakat anak itu penting agar orangtua bisa mengembangkan bakat yang dimiliki anak secara optimal.

Sejak kecil, cobalah tanyakan pada anak apa yang menjadi hobinya, kesukaannya, atau tanyakan cita-citanya. Ini untuk menggali dan mencoba mengenali bakat anak.

 Mengenal bakat anak itu penting agar orangtua bisa mengembangkan bakat yang dimiliki anak Cara Mengenal Bakat Anak Sejak Dini (dan Mengoptimalkannya)

Anak Bermain | Photo credit: Shutterstock.com

Orangtua memang perlu mengarahkan anak ke hal-hal yang baik, tapi disamping itu anak perlu diberi kebebasan untuk bereksplorasi.

Biarkan anak mengeksplorasi berbagai aktivitas, cermati aktivitas apa yang cocok dan bagus bagi anak.

Bantu Anak Bisa Bergaul dengan Baik

Ini sangat penting, agar bakatnya bisa berkembang dengan optimal maka anak harus diajarkan skill bersosialisasi.

Bergaul dengan teman-teman sebaya adalah hal yang sangat penting. Pilihkan teman-teman yang baik untuk anak Anda, nantinya ini akan berdampak positif terhadap perkembangan anak.

Dengan bergaul, anak juga lebih termotivasi untuk menemukan bakatnya sendiri. Anak-anak biasanya saling menunjukkan bakat dan kemampuan yang dimilikinya.

Hal yang bagus jika anak-anak saling bercerita mengenai kegemarannya atau hobinya.

Perhatikan kebiasaan atau kesukaan anak. Itu karena bakat umumnya berasal dari hal-hal yang menjadi kebiasaan dan disukai anak.

Perhatikan aktivitas-aktivitas yang anak lakukan dalam hari-harinya.


Mengenalkan Secara Perlahan

Jika anak merasa asyik untuk melakukan aktivitas pada suatu bidang, berarti ada potensi bakat anak di bidang tersebut.

Orangtua hanya perlu mengarahkan. Jikapun ingin memilihkan bidang tertentu pada anak maka lakukan secara perlahan.

Pertama-tama kenalkan anak pada bidang tersebut, hal yang perlu dilakukan orangtua yaitu berusaha membuat anak suka pada bidang tersebut.

Jalin Komunikasi yang Baik dengan Anak

Orangtua harus menjalin komunikasi yang baik dengan anak. Baiknya hubungan orangtua dan anak ternyata berdampak baik pada perkembangan bakat anak.

Dengan rutin berkomunikasi (mengobrol) tentunya membuat orangtua lebih mudah mengetahui bakat terpendam yang dimiliki anak.

Dengan hubungan yang hangat antara orangtua dan anak, nantinya anak akan mau terbuka pada orangtuanya.

Tapi jika hubungan orangtua dan anak renggang, biasanya anak kurang percaya pada orangtuanya dan anak tidak mau terbuka pada orangtuanya. Hal ini akan menyulitkan orangtua dalam menemukan bakat terbaik anak.

Pupuk hubungan baik antara orangtua dan anak, bahkan sejak anak masih kecil. Keterbukaan anak pada orangtunya merupakan kuncinya.

Loading…


Timbulkan Sifat Rajin dalam Diri Anak

Jika anak rajin maka akan lebih mudah untuk menemukan bakatnya. Sifat rajin harus dimiliki anak, latih anak menjadi pribadi yang suka bekerja keras.

Jangan sampai anak seharian hanya bermain gadget saja, jika anak bermalas-malasan seperti itu maka bakatnya tidak akan timbul.

Kalau bisa berikan anak tugas-tugas rumah seperti merapikan kamar, menyapu, mengepel, mencuci sepeda, dll.

Poin penting:

  • Tanyakan pada anak apa yang menjadi hobi, kesukaan atau cita-citanya.
  • Bebaskan anak mengeksplorasi berbagai aktivitas dan melihat apa yang benar-benar menarik dan cocok untuknya.
  • Pilihkan anak teman-teman yang baik.
  • Perhatkan hal-hal yang menjadi kebiasaan dan kesukaan anak, ini agar lebih mudah mengenali bakat anak sejak dini.
  • Kenalkan anak pada bakatnya, misalnya anak suka olahraga sepakbola, maka tawarkan pada anak apakah mau didaftarkan ke dalam sekolah sepakbola.
  • Ketika orang tua sudah menemukan bakat anak, langkah selanjutnya yaitu memberikan stimulasi yang tepat, ini penting agar bakat anak berkembang optimal.
  • Pastikan orangtua dan anak rutin berkomunikasi dan memiliki waktu bersama (quality time).
  • Hubungan baik sangat penting, sehingga anak mau terbuka pada orangtuanya.
  • Tanamkan sifat rajin pada anak. Jika anak rajin maka akan lebih mudah untuk menemukan bakatnya.
  • Berikan kebebasan pada anak, jangan mengekakangnya.
  • Orangtua hanya perlu mengarahkannya, biarkan anak bebas untuk memilih bidang yang menjadi hobinya.
  • Terlalu mengekang anak menyebabkan anak justru kesulitan untuk menemukan bakatnya.
  • Rutin berkonsultasi dengan tenaga pendidik, dengan begitu orangtua bisa lebih memahami kelebihan dan kekurangan anaknya.
  • Minat dan bakat anak bisa diketahui dengan cara mengamati kegemaran anak, amati juga kebiasaan anak sehari-hari.¬†
  • Dari beberapa minat yang ditunjukkan anak, terlihat bakatnya ada pada bidang apa saja.
  • Setekah mengetahui bakat anak, maka mualilah mengarahkan bakat terpendamnya tersebut.
  • Kalau bisa sediakan fasilitas atau cara sarana yang bisa membuat bakat akan terasah dan berkembang.
  • Biarkan anak mengeksplorasi kemampuannya. Apresiasilah anak saat ia ingin mencoba sesuatu yang baru karena dari situ bakat terpendamnya bisa ditemukan.
  • Orangtua diharapkan bersabar jika anak suka mencoba hal-hal yang baru. Orangtua hanya perlu mengawasi.
  • Bahkan hendaknya anak dimotivasi untuk mau mencoba hal-hal yang baru.