Memahami Arti Senyuman Bayi serta Hubungannya dengan Proses Tumbuh Kembang

Kita tentu sangat senang melihat senyuman bayi, betapa lucu dan gemasnya bayi yang sedang tersenyum. Para ahli menjelaskan bahwa senyuman seorang bayi merupakan tanda tumbuh kembangnya. Seorang bayi tersenyum bisa karena banyak hal, sehingga ada banyak jenis senyuman bayi. Misalnya senyum refleksif yang sering disebut juga dengan senyum spontan.
Senyum refleksif terjadi karena gerakan refleks dari otot-otot wajah, jenis senyum seperti ini paling sering terjadi pada bayi usia 0-6 minggu, bahkan bayi bisa tersenyum saat sedang tidur.
   Kita tentu sangat senang melihat senyuman bayi Memahami Arti Senyuman Bayi serta Hubungannya dengan Proses Tumbuh Kembang

Bayi Lucu Tersenyum | Photo credit: istockphoto.com|tatyana_tomsickova

Para ahli menjelaskan bahwa saat tidur bayi akan mengalami seusatu yang disebut dengan Rapid Eyes Movement (REM). Saat bayi mengalami REM, bagian tubuh bayi mengalami perubahan fisiologis dan melakukan refleks, yang salah satunya tersenyum. Bayi usia 0-6 minggu biasanya yang paling sering melakukan senyum refleksif, dimana jenis senyuman ini belum terpengaruh langsung dengan pikiran dan perasaan.
Senyum Responsif. Jenis senyum ini umumnya baru dapat dilakukan bayi setelah berusia 6 minggu keatas. Pada jenis senyum responsif, beberapa bagian indra bayi sudah bisa memengaruhi senyum yang dilakukan bayi. Dimana bayi tersenyum karena merasa tertarik dengan sesuatu yang dianggapnya menyenangkan.
Hanya saja biasanya bayi berumur 6 minggu, 7 minggu atau sekitaran itu belum bisa mengenal dengan baik siapa ibu ataupun ayahnya, itu artinya bayi tersenyum pada siapa saja tanpa ‘pilih kasih’, bayi terseyum pada siapa saja untuk merespon sesuatu yang dianggapnya lucu atau menyenangkan.


Adapun pada bayi usia 3 bulan keatas biasanya sudah mulai bisa mengenali wajah dan suara orangtuanya. Bayi juga sudah bisa memberikan respon terhadap suatu rangsangan dari luar, biasanya rangsangannya berupa suara. Senyum kecil di bibir bayi akan muncul saat orangtuanya memberikan rangsangan.
Sehingga sejak bayi berusia 3 bulan atau 4 bulan, Bunda mungkin kaget karena mulai sering melihat Si Bayi tertawa sampai terbahak-bahak saat merespon tingkah orangtuanya yang dianggapnya lucu. Selain itu pada usia tersebut bayi sudah bisa mengeluarkan suara, bahkan berusaha meniru suara yang didengarnya.
Senyum Tanda Mengenal. Pada usia 6 bulan atau 7 bulan bayi tidak hanya bisa mengenal kedua orangtuanya, bayi juga sudah mulai bisa mengenal orang-orang di sekelilingnya (orang yang sering dilihatnya), sehingga pada usia tersebut bayi akan tersenyum pada orang-orang yang telah dikenalinya.
Bayi akan tersenyum pada orang yang sering dilihatnya sekalipun orang tersebut tidak sedang menggoda Si Bayi. Dikarenakan bayi sering melihat dan saling pandang dengan orang tersebut, maka bayi menganggapnya sebagai ‘orang spesial’ bagi dirinya. Bayi siap memberikan senyuman terindah pada orang-orang yang dipandangnya spesial.
Sebaliknya, pada usia tersebut bayi akan mudah menangis atau merasa tidak nyaman saat didekati orang asing atau orang yang jarang ditemuinya.
Pada usia tersebut bayi sudah bisa tertawa karena sebab, dan sebentar lagi mendekati masa untuk bisa berbicara. Maka seharusnya orangtua meningkatkan intensitas untuk mengajak bayi berkomunikasi atau mengobrol. Sekalipun Si Bayi terlihat tidak paham dengan isi percakapannya, tapi ini adalah usia dimana bayi belajar dengan sangat cepat untuk merekam kata-kata yang diucapkan orangtuanya. Jadi pastikan orangtua sering mengajak bayi mengobrol.

Senyum karena Rasa Humor. Ini sudah mulai bisa dilakukan saat bayi berusia 9 bulan atau 10 bulan. Dimana bayi mudah tersenyum, tertawa dan merespon dengan lebih baik terhadap orang-orang di sekitar yang dianggapnya lucu. Bayi terkadang tertawa tanpa henti sehingga membuat orang-orang disekelilingnya ikut tertawa dan senang, bahkan bayi tertawa pada suatu hal yang dianggapnya lucu meskipun orang-orang disekitarnya tidak tertawa.
Senyum bayi tentu membuat hati Bunda meleleh, bahkan orang asing pun ikut bahagia melihat senyuman polos Si Bayi, senyuman bayi tidak hanya lucu tapi itu juga sangat berhubungan dengan proses tumbuh kembangnya.
Sehingga penting diketahui, respon orangtua terhadap senyuman bayi sangatlah penting karena berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan bayi, respon yang diberikan orangtua dapat merangsang otak bayi terkait emosi, interaksi sosial hingga kecerdasannya. Bahkan seorang psikolog tumbuh kembang anak meyakini bahwa bayi tidak akan bisa menemukan rasa humor dalam segala sesuatu jika orangtuanya tidak tertawa, jadi orangtua harus aktif untuk merespon tingkah laku bayi sebagai tanda perhatian dan kasih sayang untuknya.
Apalagi sudah menjadi fitrah atau naluri, misalnya, Bunda pasti secara otomatis tersenyum saat melihat bayi yang tersenyum sambil menatap Bunda. Demikian juga, saat bayi membuka matanya setelah bangun tidur, lalu langsung melihat Ibunya biasanya bayi akan tersenyum. Juga merupakan naluri seorang bayi, Si Bayi tersenyum untuk membuat ibunya tersenyum.
Seorang Bayi sangat senang jika Ibunya tersenyum atau memberikan respon, itu jugalah yang dibutuhkan Si Bayi agar tumbuh kembangnya optimal yaitu perhatian dari orangtuanya. Bayi akan sering tersenyum saat ada orang-orang di sekitarnya, khsusnya pada orang-orang favorit dari Si Bayi seperti ayahnya, ibunya dan saudaranya. Dia jarang tersenyum saat sendirian, sehingga membutuhkan orang-orang favorit di dekatnya.

Loading…

Bayi usia dua bulan biasanya sudah bisa tersenyum dengan pipi yang terangkat dan otot mata yang mengerut saat melihat orangtuanya, bayi juga bisa ikut tersenyum saat melihat orangtuanya tersenyum, ini sebagai tanda bayi sangat bahagia. Pada usia 8 bulan, bayi bisa membuka mulutnya dengan lebih lebar saat tersenyum, dimana bayi bisa tersenyum dan mengekspresikan kebahagiaannya saat bermain dengan orangtua maupun kakaknya.
Adapun pada usia 6 bulan, bayi sudah mulai bisa mengeksplorasi mainan, saat bayi tersenyum melihat suatu mainan berarti ia menyukai mainan tersebut. Bayi juga bisa tertawa saat merasakan sesuatu yang lucu, kemampuan si kecil akan terus berkembang dan semakin mampu untuk menyadari lingkungan sekitarnya, sehingga si kecil bisa tertawa tapi berhenti saat melihat orang-orang di dekatnya tidak tertawa.
Sejak bayi lahir biasanya akan melakukan senyum refleks, tapi perlu diketahui setelah masa kelahirannya bayi mengalami perkembangan yang sangat cepat pada otak dan sistem sarafnya. Nah, jika otak dan sistem sarafnya telah cukup matang maka bayi tidak lagi melakukan senyum refleks, melainkan SENYUM ASLI.
Disaat bayi bisa melakukan senyum asli berarti ia telah berkembang dengan baik dan ia juga mengetahui bahwa tersenyum adalah cara untuk mendapatkan perhatian orang lain (khususnya orangtuanya).
Bayi juga akan tersenyum untuk mengungkapkan kebahagiaan dan kepuasan. Bayi memang belum bisa bicara, tapi jika ia tersenyum seakan-akan ia mengatakan “Bunda sangat baik pada aku” atau “Bunda melakukan pekerjaan dengan baik!”
Untuk membedakan antara senyum refleks dan senyuman asli, maka bisa dilihat dari durasi dan momennya. Senyum refleks biasanya berlangsung sebentar, tanpa asalan jelas dan terjadi secara acak. Misalnya jika bayi terseyum saat sedang tidur atau lelah berarti dipasikan 100% itu senyum refleks.


Adapun senyuman asli dilakukan Si Bayi dengan sengaja, dilakukannya sebagai respons terhadap sesuatu, misalnya bayi segera tersenyum saat melihat wajah Bunda, selalu seperti itu saat Bunda mendatanginya ia dengan segera memamerkan senyuman lucunya. Cobalah perhatikan mata Si Bayi, Bunda akan melihat emosi dan perasaan yang diungkapkan Si Bayi melalui matanya.
Sungguh sangat membahagikan saat melihat Si Kecil tersenyum, selain itu tersenyum merupakan bagian dari proses tumbuh kembang bayi. Terdapat beberapa cara untuk mendorong bayi agar tersenyum, yaitu:
  • Bunda harus punya banyak waktu untuk sering-sering mengajaknya bicara, biasanya bayi akan melihat dan merespon.
  • Lakukan kontak mata dengan bayi, tapi jangan terlalu sering karena bisa membuat bayi tidak nyaman dan memalingkan wajah.
  • Membuat wajah atau suara lucu. Bunda bisa menirukan suara binatang atau lainnya yang dirasa lucu oleh Si Kecil.
  • Meniup perut bayi, hati-hati melakukannya dan jangan berlebihan.
  • Lakukan permainan “ci luk ba” dan semacamnya.
  • Tersenyum padanya sepanjang hari.
Poin-poin yang disebutkan diatas merupakan cara menstimulasi bayi agar tersenyum, tapi jangan berlebihan melakukan stimulasi, karena setiap yang berlebihan pasti tidak baik. Jika Bunda memberikan stimulasi secara berlebihan, biasanya bayi jadi merasa aneh, tidak nyaman dan akan memalingkan muka. Jadi tidak perlu terburu-buru memaksakan bayi untuk tersenyum, selain itu JANGAN PAKSA BAYI untuk selalu tersenyum seharian.
Jika memperhatikan psikolgis dan perasaan dari seorang bayi, penyebab seorang bayi menjadi suka tersenyum karena saat bayi memberikan senyumam maka segera Ibunya merespon dengan senyuman yang berseri-seri. Bayi sangat bahagia dengan respon yang diberikan Ibunya tersebut dan karena itu Si Bayi melakukannya lagi (tersenyum). Nah, itu adalah contoh stimulasi alami dan sehat, jadi sebagai orangtua jangan sibuk dengan gadget sehingga lupa untuk memberikan respon dan perhatian pada Si Kecil.
Menurut ahli, bayi yang sering tersenyum dan tertawa akan tumbuh lebih sehat dan cerdas. Hal itu karena tersenyum maupun tertawa bisa melepaskan zat kimia yang disebut serotonin ke otak, mengoptimalkan tumbuh kembangnya yang salah satunya perkembangan sosio-emosi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena rasa bahagia, merangsang kecerdasannya, meningkatkan koordinasi otot tubuhnya, hingga meningkatkan bonding Ibu dan Bayi (jika ibu dan bayi saling membalas senyum).
Sebagai tambahan informasi, Orangtua (khususnya Bunda) akan menjadi penerima terbesar dari senyuman bayi, tapi itu bisa bergeser pada orang lain ketika bayi lebih sering berlatih tersenyum dan senang melihat reaksi orang tersebut, awalnya bayi tersenyum pada orang tersebut, setelah dirasanya nyaman bayi akan mulai menambahkan efek suara, mengoceh hingga cekikikan kecil.