Pengertian, Contoh, dan Fungsi Majas Litotes

Portalinformasi.id – Majas litotes adalah salah satu majas yang sering digunakan dalam sastra untuk memberikan efek retorika pada pesan yang disampaikan. Majas ini menggunakan pengandaian yang melibatkan pengurangan atau pengabaian dari suatu fakta atau kebenaran yang sebenarnya. Dalam penggunaannya, majas litotes dapat memperkuat pesan yang disampaikan dengan menunjukkan sisi kontras dari suatu situasi atau pernyataan.

Majas Litotes

Majas litotes berasal dari bahasa Yunani “litos” yang berarti halus, dan didefinisikan sebagai bentuk retorika yang mengekspresikan sesuatu dengan mengurangi atau menolak fakta atau kebenaran yang sebenarnya. Dalam majas ini, penggunaannya dilakukan dengan cara mengatakan sesuatu yang sebenarnya dengan cara yang seolah-olah menolak atau mengurangi makna sebenarnya.

Fungsi Majas Litotes

Majas litotes dapat memiliki beberapa fungsi dalam sastra dan percakapan sehari-hari, di antaranya:

  1. Meningkatkan efek retorika: Dalam sastra, digunakan untuk memberikan efek retorika pada pesan yang disampaikan. Penggunaan majas ini dapat memperkuat pesan yang ingin disampaikan dengan menunjukkan sisi kontras dari suatu situasi atau pernyataan.
  2. Menghindari kesalahan: Dalam percakapan sehari-hari, dapat digunakan untuk menghindari kesalahan dalam menyampaikan pesan. Misalnya, ketika seseorang ingin mengkritik orang lain, tetapi tidak ingin terlalu kasar dalam menyampaikan kritiknya.
  3. Menunjukkan kerendahan hati: Dalam beberapa kasus, juga dapat digunakan untuk menunjukkan kerendahan hati atau rasa rendah diri. Misalnya, ketika seseorang ingin menunjukkan bahwa mereka tidak begitu pandai dalam suatu bidang, tetapi sebenarnya cukup mahir.
  4. Meningkatkan daya tarik: Dapat membuat pesan menjadi lebih menarik dan mengejutkan bagi pendengar atau pembaca. Hal ini karena penggunaannya yang tidak langsung atau ambigu dapat menarik perhatian dan membuat orang berpikir lebih dalam.
  5. Meningkatkan kesan kreatif: Dalam sastra, penggunaan dapat meningkatkan kesan kreatif dari sebuah karya. Hal ini karena penggunaan majas yang unik dan tidak langsung dapat membuat karya tersebut menjadi lebih menarik dan berkesan.

Contoh-contoh Majas Litotes

Berikut adalah beberapa contoh dalam sastra dan percakapan sehari-hari:

  1. “It’s not the worst idea I’ve ever heard.” (Ini bukanlah ide terburuk yang pernah saya dengar.)
    Majas litotes digunakan dalam kalimat ini untuk menunjukkan bahwa ide tersebut sebenarnya buruk, tetapi dengan mengurangi makna sebenarnya, pesan menjadi lebih halus.
  2. “She’s not the brightest person in the room.” (Dia bukan orang yang paling cerdas di ruangan ini.)
    Majas litotes digunakan dalam kalimat ini untuk menunjukkan bahwa seseorang tidak pintar, tetapi dengan cara yang tidak langsung.
  3. “I’m not unhappy with my new car.” (Saya tidak tidak senang dengan mobil baru saya.)
    Majas litotes digunakan dalam kalimat ini untuk menunjukkan bahwa seseorang senang dengan mobil baru mereka, tetapi dengan cara yang tidak langsung.
  4. “He’s no spring chicken.” (Dia bukanlah anak ayam yang masih muda.)
    Majas litotes digunakan dalam kalimat ini untuk menunjukkan bahwa seseorang itu sudah tua, tetapi dengan cara yang tidak langsung.
  5. “This book is not bad.” (Buku ini tidak buruk.)
    Majas litotes digunakan dalam kalimat ini untuk menunjukkan bahwa buku tersebut sebenarnya bagus, tetapi dengan cara yang tidak langsung.
  6. “Kamu tidak pernah salah” (artinya: kamu selalu benar)
  7. “Itu bukan ide yang buruk” (artinya: ide itu sangat bagus)
  8. “Saya tidak marah, hanya sedikit kecewa” (artinya: saya sangat marah)
  9. “Dia tidak jelek” (artinya: dia sangat tampan/cantik)
  10. “Ini bukan pekerjaan yang mudah” (artinya: ini pekerjaan yang sangat sulit)
  11. “Kami tidak terlalu kaya” (artinya: kami sangat kaya)
  12. “Mereka bukan orang yang bodoh” (artinya: mereka sangat pintar)
  13. “Ini bukan pertandingan yang mudah” (artinya: ini pertandingan yang sangat sulit)
  14. “Dia bukan teman yang buruk” (artinya: dia sangat baik dan dapat dipercaya)
  15. “Saya tidak keberatan menunggu” (artinya: saya sangat tidak sabar)
  16. “Ini bukan film yang jelek” (artinya: ini film yang sangat bagus)
  17. “Kamu bukan satu-satunya orang yang berpikir seperti itu” (artinya: banyak orang berpikir seperti kamu)
  18. “Saya tidak terlalu pandai berbicara Bahasa Inggris” (artinya: saya sangat pandai berbicara Bahasa Inggris)
  19. “Dia tidak terlalu populer di sekolah” (artinya: dia sangat populer di sekolah)
  20. “Itu bukan hal yang mustahil” (artinya: itu sangat mungkin terjadi)

Majas litotes salah satu yang dapat memberikan efek retorika pada pesan yang disampaikan. Dalam penggunaannya, berfungsi untuk mengurangi atau menolak fakta atau kebenaran yang sebenarnya untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan. Beberapa contoh penggunaannya dapat ditemukan dalam sastra dan percakapan sehari-hari. Fungsi dari majas litotes antara lain meningkatkan efek retorika, menghindari kesalahan, menunjukkan kerendahan hati, meningkatkan daya tarik, dan meningkatkan kesan kreatif dari suatu karya.

Tinggalkan komentar