Penyiraman dan pemupukan lanjutan tanaman cabai

1. penyiraman lanjutan

 Penyiraman tanaman mutlak untuk dilakukan pada awal penyiraman Penyiraman  dan pemupukan lanjutan tanaman cabai
penyiraman
Penyiraman tanaman mutlak untuk dilakukan pada awal penyiraman. Sedangkan pada tahap penyiraman lanjutan, kegiatan ini dapat dilakukan 2 hari sekali.Namun hal ini sangat tergantung dari banyaknya tanaman cabai yang telah ditanam, jika tanaman cabai ditanam pada jumlah banyak maka sebaiknya penyiraman dilakukan setiap hari namun penyiraman bisa dilakukan selang- seling. Artinya penyiraman dilakukan hari pertama pada pagi hari dan hari kedua dilakukan pada sore hari. Hal ini juga dilakukan berdasarkan kondisi alam atau cuaca di sekitar. Pada musim hujan penyiraman dilakukan jika tanah tampak kering.
Pada tahap ini penyiraman perlu untuk diperhatikan dan melakukannya secara proporsional/sesuai dan tepat. Meskipun tanaman cabai pada usia ini sudah cukup memiliki ketahanan, perlakuan yang berlebihan juga dapat menyebabkan tanaman tersebut mati. Perhatikan juga kondisi yang ada disekitar, jika musim kemarau frekuensi penyiraman boleh ditingkatkan. Artinya penyiraman dapat dilakukan 2 kali pada pagi hari dan sore hari. Hal ini menjaga lahan tanaman cabai yang tumbuh tetap mengandung air. Sebaliknya jika musim hujan, jangan melakukan penyiraman dengan jumlah berlebihan. 

2. pemupukan lanjutan
 Penyiraman tanaman mutlak untuk dilakukan pada awal penyiraman Penyiraman  dan pemupukan lanjutan tanaman cabai
pemupukan
Pemupukan susulan diperlukan untuk memaksimalkan dan meningkatkan kualitas hasil panen. Pemupukan susulan dilakukan pada minggu ke 2 atau ke 3 setelah pemupukan awal. Selanjutnya pemupukan dilakukan setiap satu minggu, dengan dosis yang sesuai.

Pemberian pupuk yang diberikan pada tanaman hendaklah dari jenis pupuk organik cair yang mudah untuk diserap oleh tanaman. Cara pemupukan dengan cara disemprot atau pun disiramkan ke lahan secara merata. Pemberian pupuk ini juga dapat dilakukan pada saat pemberian obat hama, jamur atau penyakit. Gunakan pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman, misalnya menggunakan pupuk perangsang pertumbuhan akar, daun dan tunas baru. Selanjutnya bisa menggunakan pupuk yang bisa meningkatkan mutu bunga dan buah.
Untuk pemilihan pupuk juga bisa diberikan dari jenis larutan kotoran hewan (pupuk kandang)yang mungkin diambil dari kotoran ternak seperti sapi, kambing, atau kelinci. Pemberian dosis juga perlu diperhatikan agar tidak melebihi dengan anjuran atau aturan pabrik. Untuk pupuk yang berasal dari kompos atau unsur hara atau dari sisa-sisa pembusukan tanaman tidak perlu membutuhkan takaran yang spesifik. Karena zat-zat yang ada berasal dari pupuk kompos tidak akan membahayakan tanaman.