Ciri- ciri Fatsia Polycarpa

Mungkin banyak dari kalian yang belum mengenal tanaman ini Ciri- ciri Fatsia Polycarpa
Ciri- ciri Fatsia Polycarpa. Photo; Arham Alpian

 

Mungkin banyak dari kalian yang belum mengenal tanaman ini, yaitu tanaman dengan daya pikat exotis pada beberapa negara. khususnya di daratan eropa. saya sendiri merasa kesulitan mengumpulkan sejumlah informasi mengenai tanaman hijau ini. kalaupun ada sumbernya sangat sedikit dan tidak memuaskan rasa keingintahuan. untuk itu, mungkin ulasan kali ini tidak akan begitu menggali berbagai hal terkait dengan tanaman dimana banyak yang menyebutna sebagai ” Green Fingers”.

tapi tak mengapa, karena blog ini akan terus terupdate bukan hanya dari artikelnya saja, melainkan pembaruan dan pengembangan konten-konten yang sudah ada sebelumnya jika suatu informasi yang diperoleh layak untuk  ditambahkan.

Sekilas Mengenai Fatsia Polycarpa 

Fatsia Polycarpa, merupakan tanaman yang berasal dari Taiwan. secara global tanaman ini dikenal dengan “Green Fingers” atau ” Jari-jari Hijau”. mereka menamainya karena bentuk daunnya yang mirip seperti jari-jari. Di Indonesia, khususnya daerah Sulawesi tanaman ini disebut dengan “Tanaman Gedi” tanaman ini termasuk semak atau rerumputan besar.  habitat aslinya adalah lembah dan lereng bukit yang tumbuh diantara pepohonan.

Fatsia Polycarpa di Inggris masih sangat langka dan hanya menjadi bahan penelitian  di laboratorium mikropropagasi yang kemudian di produksi secara masal kepada petani setempat. di Indonesia sendiri tanaman ini bisa dibilang langka, karena tidak banyak yang tahu, namun bukan berarti bahwa tanaman ini tidak dikenal bahkan di Sulawesi sendiri tanaman ini disebut Gedi (sayur). karena memang penduduk lokal sering menggunakannya sebagai bahan makanan.

Fatsia Polycarpa dapat tumbuh setinggi 2 meter, pada habitat aslinya tanaman ini bisa mencapai tinggi 6 meter. Daunnya mirip seperti jari-jari berwarna hijau muda hingga hijau tua,  bergerigi tidak teratur. buahnya mirip seperti beri hitam tumbuh di ujung batang. Tanaman ini termasuk juga tanaman hias yang sangat layak ditanam di taman teduh sebagai tanaman eksotis. tanaman ini bisa juga di tanam pada media pot.

Fatsia polycarpa, juga dikenal sebagai Japanese Aralia, adalah tanaman hias dari keluarga Araliaceae. Tanaman ini berasal dari Jepang dan merupakan salah satu anggota dari keluarga Fatsia yang populer di dunia hortikultura.

Berikut adalah deskripsi ciri-ciri Fatsia polycarpa:

  1. Daun: Ciri paling mencolok dari Fatsia polycarpa adalah daunnya yang besar dan lebar. Daunnya bertangkai panjang dan terdiri dari lima hingga tujuh lobus. Setiap lobus memiliki ujung yang runcing dan tepi yang bergigi. Warna daunnya adalah hijau gelap mengkilap dengan urat daun yang lebih terang, memberikan penampilan yang mengesankan.

  2. Batang: Batang Fatsia polycarpa ramping dan bercabang, memberikan struktur dan kerapatan pada tumbuhan ini.

  3. Bunga: Tanaman ini menghasilkan bunga yang kecil dan tersembunyi, sehingga tidak terlalu mencolok. Bunga-bunga ini biasanya berwarna putih atau hijau pucat.

  4. Buah: Setelah mekar, Fatsia polycarpa dapat menghasilkan buah berwarna hitam keunguan yang menarik, yang dapat menambah daya tarik visual pada tanaman.

  5. Ukuran: Fatsia polycarpa dapat mencapai ketinggian antara 1 hingga 2 meter, tergantung pada kondisi tumbuh dan perawatan.

  6. Perawatan: Tanaman ini relatif mudah dirawat. Ia lebih suka tumbuh di tempat yang mendapatkan cahaya sedang hingga terang, tetapi juga dapat tumbuh di tempat yang teduh. Tanahnya harus lembab, tetapi harus dihindari dari kondisi tanah yang tergenang air. Fatsia polycarpa juga cukup tahan terhadap suhu dingin ringan, menjadikannya cocok untuk ditanam di daerah dengan iklim yang lebih sejuk.

  7. Penggunaan: Fatsia polycarpa adalah tanaman hias yang serbaguna dan sering digunakan dalam lanskap taman, di dalam pot, atau sebagai tanaman hias indoor. Tanaman ini memberikan tampilan yang elegan dan tropis, sehingga sering dijadikan fokus utama dalam taman atau sebagai tanaman hias dalam ruangan.

  8. Toksisitas: Perlu diingat bahwa semua bagian dari Fatsia polycarpa dapat menyebabkan iritasi jika bersentuhan langsung dengan kulit atau jika dikonsumsi, sehingga disarankan untuk menjaga tanaman ini dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Secara keseluruhan, Fatsia polycarpa adalah tanaman hias yang menarik dengan daun besar dan lebar serta tampilan yang elegan. Kemampuannya untuk tumbuh baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan serta perawatannya yang mudah menjadikannya pilihan populer bagi para pecinta tanaman hias.

Di Tolitoli sendiri tanaman ini tumbuh di pekarangan rumah karena pendukuk lokal memang sengaja menanamnya untuk dijadikan sayuran segar (Sayur daun Gedi) atau sebagai obat herbal yang dapat menangani sejumlah penyakit ringan seperti peradangan. manfaat lainnya adalah daunnya bisa bermanfaat untuk meningkatkan produksi ASI bagi Ibu-ibu menyusui. sayangnya kami tidak bisa menjelaskan lebih detail tentang kandungan penting dari tanaman ini, karena sumber yang kami dapatkan sangat sedikit.