Bagaimana Cara Menghukum Anak yang Mendidik & Efektif?

Orangtua tentunya akan menghukum saat anak melakukan kesalahan, namun menghukum anak ada aturannya.

Kelakuan buruk atau kesalahan anak harus direspon dengan tenang.

 Orangtua tentunya akan menghukum saat anak melakukan kesalahan Bagaimana Cara Menghukum Anak yang Mendidik & Efektif?

Photo credit: Alamy.com

Saat memutuskan memberikan hukuman pada anak, lakukan dengan tenang sehingga hukuman yang diberikan cenderung mendidik dan efektif.

Kesalahan dalam menghukum bisa berakibat fatal, yang membuat keadaan bertambah buruk.

Apalagi jika anak dipukul dengan keras hingga meninggalkan bekas, ini dapat membahayakan psikologis anak.

Jika Anda emosi karena kelakuan anak, hal pertama yang harus dilakukan yaitu menenangkan diri sendiri.

Tanpa kondisi tenang, Anda akan kesulitan melakukan tindakan dengan benar.

Lalu bicarakan masalah ini pada anak dengan cara yang baik. Anak akan lebih bisa memahami pendekatan yang dilakukan dengan tenang daripada dicela atau diteriaki.


Pastikan Anak Mengetahui Kesalahan yang Diperbuatnya

Janganlah terburu-buru. Sebelum memutuskan menghukum anak maka terlebih dahulu bertanya kepada anak terkait kesalahan yang diperbuatnya.

Mungkin saja anak memiliki alasan yang bisa diterima. Ini agar orang tua tidak ‘blunder’ dalam menghukum anak.

Setelah itu jelaskan pada anak tentang alasan dirinya dihukum, tujuannya:

  • Agar anak secara jelas mengetahui tentang kesalahannya, dan seberapa fatal kesalahannya.
  • Untuk mencegah miss komunikasi.
  • Agar anak bisa menerima hukuman dengan lebih lapang dada.

Jika anak memahami kesalahannya, maka hukuman yang diberikan dapat memberikan efek positif dalam diri anak.

Tujuan menghukum yaitu untuk mendidik anak agar tidak mengulangi kesalahannya.

Jangan sampai anak langsung dihukum tanpa adanya komunikasi. Ini agar jangan sampai anak berpikir bahwa hukuman yang diberikan tidak adil (terlalu berat).

Jika hukuman yang diberikan terlalu berat atau berlebihan, ini justru membuat anak trauma. Tujuan pendidikan tidak didapatkan disini, bahkan ini bisa menumbuhkan bibit kebencian dalam diri anak.

Hendaknya hukuman yang diberikan sifatnya mendidik dan bermanfaat.

Loading…


Biasakan Mendengarkan Baik-Baik Penjelasan Anak

Berikan anak kesempatan untuk memberikan penjelasan. Kesalahan FATAL sebagian orangtua yaitu langsung menghukum anak dan tidak mau mendengar penjelasan anak.

Ini penting agar orangtua tidak salah dalam menghukum.

Hukuman yang diberikan harusnya bersifat mendidik, yang membuat anak bisa menjadi lebih baik.

Sifat tegas sangat diperlukan, tapi orangtua juga harus cerdas dalam bertindak, cerdas juga dalam menentukan jenis hukuman untuk anak.

Jangan sampai menghukum hanya berdasarkan emosi saja.

Jika anak iseng atau nakal, maka hukuman yang bisa diberikan yaitu pengurangan uang jajan. Ini akan menuntun insting anak untuk tidak nakal, karena anak tentunya tidak ingin uang jajannya dikurangi.

Jenis-jenis hukuman yang bisa diberikan yaitu tidak boleh menggunakan laptop atau gadget, menyapu pekarangan rumah, mengepel lantai, membantu mencuci piring, dan tugas lain yang sekiranya ada manfaatnya.

Usahakan hukuman berhubungan, misal anak nilainya buruk karena malas belajar maka hukumannya tidak boleh main gadget, anak mencuri uang temannya maka hukumannya mengganti dengan uang jajannya sendiri, dst.

Jangan memutuskan atau menentukan hukuman kepada anak saat Anda masih emosi.

Hukuman harus proporsional. Jangan sampai kesalahan kecil tapi diberikan hukuman berat, atau kesalahannya besar tapi hukumannya terlau ringan.

Kesesuaian tingkat kesalahan dan jenis hukuman sangat penting. Selain itu jenis hukuman juga harus memerhatikan usia anak.


Harus Menjelaskan pada Anak Mengapa Dia Dihukum

Sebeum diputuskan hukuman, anak harus diberitahu apa kesalahan yang diberbuatnya dan seberapa berat kesalahannya.

Selain itu, jelaskan pada anak bahwa tujuan dirinya dihukum yaitu agar disiplin dan tidak mengulangi kesalahannya.

Komunikasi harus ada, katakan: “Ayah menghukummu bukan karena benci, tapi agar kamu menjadi anak yang lebih baik lagi”.

Atau ucapkan kalimat semisalnya dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Degan begitu anak bisa memahami dan berlapang dada atas hukuman yang diberlakukan orangtuanya.

Hukuman fisik seperti memukul, mencubit atau menjewer tidak disarankan dilakukan.

Kalaupun Anda ingin memberikan hukuman fisik, pastikan itu langkah terakhir setelah jenis hukuman sebelumnya tidak efektif memperbaiki anak.

Hukuman fisik harus seminim mungkin diberlakukan. Terlalu sering memberikan hukuman fisik, bukannya memperbaiki perilaku anak justru bisa memunculkan kebencian dalam diri anak.

Ingat! Tujuan menghukum adalah untuk mendidik anak, bukan untuk melampiaskan emosi.

Orang tua harus berfikir bijak dalam memperbaiki prilaku atau kenakalan anak. Orang tua dituntut tegas dalam mendidik anak, tapi bukan berarti boleh bertindak kasar pada anak.

Tegas dan kasar adalah dua hal berbeda.