Manfaat Berenang untuk Anak ADHD Sebagai Terapi dan Menyalurkan Energinya

Anak ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) adalah kondisi anak yang memiliki gangguan yang membuatnya sulit memusatkan perhatian, memiliki perilaku impulsif dan hiperaktif. Faktanya, persentase anak yang didiagnosis ADHD di usia 2-17 tahun adalah 9,4 persen.
Kondisi ADHD diduga dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan, tapi belum ditemukan penyebab pasti mengapa seorang anak bisa mengalami ADHD. ADHD juga diduga berkaitan dengan adanya gangguan pada pola aliran listrik otak (gelombang otak). Biasanya anak ADHD tidak suka bergaul dengan teman-teman sebayanya dan sibuk dengan dunianya sendiri, ia juga sering kesulitan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan.
attention deficit hyperactivity disorder Manfaat Berenang untuk Anak ADHD Sebagai Terapi dan Menyalurkan Energinya
Harap diketahui, ADHD itu berbeda dengan Autisme. Selain terjadi pada anak-anak, ADHD juga bisa dialami orang dewasa. Anak penderita ADHD biasanya kesulitan untuk bisa diam dan cenderung selalu ingin bergerak. Anak ADHD disarankan untuk mengikuti olahraga renang, ini bisa menjadi terapi baginya.
Orangtua biasanya baru menyadari anaknya mengalami ADHD saat awal masuk sekolah, dimana diketahui bahwa anak kesulitan memusatkan pikiran (fokus) saat belajar di kelas, anak kesulitan untuk mendengarkan penjelasan guru dalam rentan lama, juga mungkin kesulitan untuk bisa diam di kelas.
Dengan aktivitas berenang secara rutin, penting untuk mengalihkan tindakan hiperaktif anak ke hal yang lebih positif. Dengan berenang, energi anak yang berlebih akan dapat tersalurkan secara maksimal. Setelah puas menyalurkan energinya, nantinya jiwa anak akan lebih tenang.
Saat berenang anak dituntut untuk lebih fokus dan sabar, sehingga sedikit demi sedikit ia akan belajar dan berlatih untuk bisa seperti itu. Anak akan belajar step by step cara berenang, berenang bisa menjadi terapi ampuh untuk anak ADHD, dimana banyak hal yang akan dipelajari dan dilatih seperti gerakan dasar tangan dan kaki, cara bernafas di dalam air dll.
Rutin berenang maksudnya tidak harus setiap hari, berenang dua kali dalam seminggu juga sudah sangat baik, atau setidaknya mengajak anak berenang sekali dalam seminggu. Usahakan anak menjalani aktivitas berenang secara rutin, sehingga nantinya setelah 1-2 bulan akan mulai terasa manfaatnya, anak akan tampak lebih rileks serta bersikap lebih santai dan tenang. 
Pilihkan tempat dengan kolam renang yang bersih untuk anak, kalau bisa dengan fasilitas yang cukup banyak sehingga menarik
Sangat disarankan untuk mengajarkan renang ke anak ADHD, berenang akan melatih dan menjadikan gerakan anak agak lebih terkendali, ini biasanya dialami setiap anak setelah belajar berenang. Bisa dikatakan, nantinya berenang membantu si anak super aktif untuk mengendalikan gerakan, karena di air anak harus belajar bagaimana mengendalikan diri dan gerakan. Coba saja perhatikan, umumnya perenang pemula akan ‘boros’ gerakan saat berenang, atau dengan kata lain menggunakan tenaga yang terlalu banyak. Adapun orang yang sudah mahir berenang gerakannya lebih santai, teratur dan seperlunya. Anak ADHD nantinya akan belajar hal ini step by step.
Sebelum mengajak anak berenang maka perhatikan kondisi kesehatan anak sebelumnya, perhatikan apakah anak sedang baik-baik saja atau dalam kondisi fit? Jika anak sedang kurang fit nantinya dapat mempengaruhi mood (suasana hatinya).
Saat bersama anak di tempat kolam renang, maka anak ADHD membutuhkan perhatian ekstra, sehingga jangan melepaskan perhatian darinya, ini untuk mencegah sesuatu yang tidak diinginkan. Selain itu perhatikan reaksi anak saat di air, umumnya anak akan senang tapi ada juga anak yang memiliki rasa takut dengan air kolam.
Bantuan pelatih atau terapis mungkin diperlukan, kalau bisa ikut sertakan anak ke kelas khusus renang anak ADHD, nantinya anak akan dibimbing oleh ahlinya sehingga anak akan mendapatkan manfaat secara maksimal dari aktivitas berenangnya. Selain itu mengenai keamanan anak, orangtua bisa lebih tenang karena anak berada di tangan ahlinya. Tapi perlu diingat, orangtua perlu tetap mendampingi anak saat latihan.
Walau anak ADHD mungkin tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, tapi setidaknya dengan melakukan ‘terapi’ berenang akan dapat memperbaiki kondisinya, sehingga anak menjadi lebih tenang prilakunya dan lebih bahagia.
Dilansir dari tulisan berjudul 3 Ways Swimming Can Help Children With ADHD – Youraquastream.ca menjelaskan tentang bagaimana berenang memberikan manfaat untuk anak ADHD secara efektif. Disebutkan bahwa latihan renang membantu meningkatkan rentang perhatian si Anak. Anda mungkin mengamati anak ADHD seringkali terlihat gelisah. Gelisah karena kelihatannya anak memiliki terlalu banyak energi, berenang menjadi salah satu cara terbaik untuk membantu anak-anak yang kurang fokus dan impulsif, juga cara bagus untuk melepaskan kelebihan energinya.
Otak melepaskan zat kimia yang disebut neurotransmitter saat melakukan olahraga intensif, seperti berenang. Dopamin adalah salah satu neurotransmiter yang dilepaskan di otak yang bertanggung jawab terhadap kemampauan fokus dan perhatian.
Keberadaan zat dopamin sangat penting karena berfungsi dalam meningkatkan perhatian dan fokus. Saat anak sedang asyik-asyiknya berenang guna menyalurkan energinya, saat itu juga zat dopamin diproduksi secara alami di dalam tubuh. Selain itu Anda akan menemukan fakta menarik, saat Anda mencari pengobatan untuk ADHD maka obat yang diberikan dokter merupakan obat untuk meningkatkan senyawa kimia yang sama, yaitu dopamin.
Keberadaan senyawa dopamin di otak sangatlah penting karena bertanggung jawab terhadap kemampuan fokus dan perhatian. Berenang bisa menjadi alternatif yang bagus dan alami untuk mengembangkan rentang perhatian anak dan fokusnya.
Olahraga berkelompok umumnya sulit dilakukan untuk anak-anak ADHD, sehingga jenis olahraga berkelompok kurang cocok untuk anak dengan ADHD. Adapun olahraga berenang adalah pilihan yang sangat cocok untuk perkembangan anak ADHD. Alasan utamanya karena dalam olahraga renang kurang banyak gangguan, tidak ada kontak fisik dengan orang lain dan tidak ada aturan yang kompleks. Sehingga anak-anak dengan ADHD dapat berpartisipasi dalam aktivitas renang secara individu, ini membantunya untuk melepaskan semua energi dan mendapatkan endorfin melalui aktivitas fisik yang intens.
Pelajaran renang juga dapat membantu meningkatkan harga diri anak ADHD, anak akan merasa percaya diri karena memiliki kemampuan berenang yang baik. Ini sangat penting karena anak yang tidak punya rasa percaya diri rentan untuk mengalami gangguan emosi dan perkembangan mental yang tidak sehat.
Penutup
Hiperaktif, tingkat perhatian rendah dan impulsif adalah beberapa gejala umum dari anak ADHD. Oleh karena itu, jika diamati anak ADHD memiliki kecenderungan untuk sering melamun, rentan membuat kesalahan yang ceroboh, atau kesulitan untuk fokus. Tapi harap diperhatikan bahwa ADHD adalah sesuatu yang kompleks dan hanya boleh didiagnosis oleh ahli kesehatan, maka jangan jadikan artikel ini untuk tujuan diagnostik.