Mengoptimalkan 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak

Orangtua harus menyadari pentingnya 1000 hari pertama kehidupan anak. Kabar baiknya, kini banyak orangtua yang peduli akan pentingnya tumbuh kembang anak dengan mencaritahu kiat-kiat pengasuhan dan pendidikan anak.

1000 hari pertama kehidupan anak maksudnya dimulai sejak dia masih di dalam kandungan, jadi itu terdiri dari 9 bulan dalam kandungan dan 2 tahun kehidupan anak setelah lahir.

Masa “1000 hari” tersebut merupakan periode paling penting dalam proses tumbuh kembang anak karena pengaruhnya sangat besar terhadap fisik dan kecerdasan anak dimasa mendatang. Kelalaian orangtua dalam periode tersebut bisa menyebabkan masalah serius pada proses tumbuh kembang anak, dampaknya sangat terasa saat si anak memasuki masa remaja dan dewasa.

 kini banyak orangtua yang peduli akan pentingnya tumbuh kembang anak dengan mencaritahu k Mengoptimalkan 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak

Photo credit: Dreamstime.com|By Joshua Rainey

Orangtua harus benar-benar memperhatikan gizi pada masa “1000 hari” tersebut, pemenuhan gizi bahkan dimulai sejak Si Kecil masih di dalam kandungan. Ibu hamil tidak boleh makan sembarangan, pastikan bumil mengonsumsi asupan yang bergizi karena berpengaruh terhadap tumbuh kembang bayi di dalam kandungan.

Setelah lahir maka orangtua harus sigap, pastikan bayi mendapatkan asupan ASI yang mencukupi. Banyak para Ibu yang enggan menyusui bayi, ini kesalahan fatal. Manfaat ASI sangatlah besar untuk tumbuh kembang bayi. ASI adalah asupan terbaik untuk bayi, khususnya pada bayi berusia 0-6 bulan. ASI mengandung nutrisi yang penting seperti vitamin, protein, karbohidrat, lemak dan kandungan penting lainnya, yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan bayi secara optimal.

Dan lebih baik lagi ASI eksklusif, yang diberlakukan sejak bayi lahir hingga berusia enam bulan, pada masa ASI eksklusif hendaknya Ibu hanya memberikan ASI pada anak, tanpa tambahan asupan yang lain, karena memberikan manfaat yang lebih optimal untuk tumbuh kembang bayi.


Dapat dikatakan bahwa ASI merupakan asupan utama bayi pada 6 bulan pertama kehidupannya. Di usia ini, bayi hendaknya tidak diberikan air putih apalagi minuman jus, cukup ASI saja.

Setelah bayi berusia 6 bulan sudah bisa diberikan MPASI dimana bayi diberikan tambahan asupan lain, yang harus mencakupi kandungan penting seperti protein, vitamin, mineral, karbohidrat, dan lemak. Tapi pemberian ASI tetap dilanjutkan hingga Si Kecil berusia 2 tahun.

Manfaat memberikan ASI untuk bayi:

Sistem Kekebalan Tubuh Bayi Lebih Kuat. Di dalam ASI terdapat zat antibodi yang berfungsi membentuk sistem kekebalan tubuh yang kuat pada tubuh bayi. Sistem kekebalan tubuh sangatlah penting karena perannya untuk menangkal serangan virus dan bakteri, agar bayi tidak mudah jatuh sakit.

Mengoptimalkan Perkembangan Otak (Kecerdasan) Si Kecil. Ingin punya anak cerdas? maka ketahui bahwa ASI punya manfaat besar untuk perkembangan otak bayi yang optimal. Banyak hasil penelitian menunjukan keterkaitan asupan ASI dengan tingkat kecerdasan yang tinggi. Selain itu bonding yang tercipta saat menyusui dapat mempererat hubungan Ibu dan si kecil yang nantinya berdampak positif untuk kejiwaan dan kecerdasan si kecil.

Sekitar 280 hari di dalam kandungan, janin mengalami pembentukan otak yang dimana ini adalah periode super penting. Perkembangan otak akan terus berlanjut secara pesat hingga anak berusia sekitar dua tahun, pada periode ini orangtua harus bersungguh-sungguh memperhatikan asupan gizi anak karena mempengaruhi perkembangan organ vital, sistem pencernaan, sistem kekebalan tubuh dan kecerdasan.


Si Kecil akan Lebih Mudah Punya Berat Badan Ideal. Para ahli menjelaskan bahwa bayi-bayi yang mengosumsi susu formula mengalami peningkatan produksi insulin (dalam tubuhnya) dalam jumlah lebih banyak daripada bayi-bayi yang mengonsumsi ASI. Hormon insulin dapat memicu pembentukan lemak.

Dengan begitu, pilihlah ASI dibandingkan susu formula karena tidak memicu pembentukan lemak berlebihan pada tubuh bayi. Selain itu, asupan ASI efektif memberikan rasa kenyang dan mengoptimalkan metabolisme tubuh bayi.

Tulang Bayi Lebih Kuat. Bukan hanya untuk pertumbuhan tulang, gizi tinggi yang terkandung dalam ASI sangat besar manfaatnya untuk perkembangan fisik bayi yang optimal.

Bumil harus mempersiapkan kualitas ASI terbaik sejak masa kehamilan untuk kebaikan Si Kecil yang ada di dalam kandungan. Bumil hendaknya mengonsumsi asupan bergizi, pastikan juga mengonsumsi buah-buahan, sayuran hijau dan berbagai asupan penting lainnya (sehingga mendapatkan asupan gizi seimbang).

Ibu Hamil Wajib Menerapkan Pola Hidup Sehat

Periode emas sudah dimulai sejak masa kehamilan, maka ibu hamil tidah boleh makan dan minum sembarangan, pastikan mengambil asupan sehat dan bergizi seimbang. Asupan gizi seimbang sangatlah penting untuk menstimulasi tumbuh kembang janin secara optimal.

Masa 1000 hari pertama kehidupan terdiri dari 270 hari selama kehamilan dan 730 hari (dua tahun) pertama kehidupan si kecil. Mengoptimalkan masa 1000 hari ini memiliki dampak positif yang sangat besar terhadap tumbuh kembang si kecil hingga masa dewasanya.

Loading…


Dengan begitu, memiliki pola hidup sehat dan mengambil asupan gizi seimbang harus sudah diterapkan sejak masa kehamilan. Kualitas “1000 hari pertama” yang buruk menyebabkan masalah serius seperti terhambatnya perkembangan otak anak, kekurangan gizi, stunting (tubuh pendek) dan mudah jatuh sakit.

Hal yang disayangkan, fakta menunjukan masih tingginya tingkat malnutrsi pada ibu hamil di Indonesia, dimana banyak ibu hamil yang memiliki asupan gizi lebih rendah dari standar AKG (Angka Kecukupan Gizi).

Penting Diketahui: Satu-Dua Tahun Kehidupan si Kecil

Dalam rentang usia 0-1 tahun, Bunda akan dikejutkan dengan cepatnya perkembangan Si Kecil, ia akan tumbuh cepat dari bulan ke bulan. Setelah menginjak usia satu tahun, akan terlihat perkembangannya dari segi komunikasi, sosial, kognitif dan motorik.

Pada perkembangan komunikasi, anak terlihat mulai mengembangkan kemampuan memahami dan penggunaan bahasa. Pada aspek sosial, anak mulai mengembangkan kemampuan interaksi dan sosialisasi.

Pada aspek kognitif, kemampuan belajar dan daya serap anak mulai terbentuk. Anak mungkin juga mulai belajar problem solving (contohnya mencari cara agar keinginannya dipenuhi orangtuanya, seperti dengan cara menangis dll.).

Kemampuan motorik halus (aktivitas melibatkan otot kecil) juga mulai terbentuk, anak bisa mengatur dan menggerakan jari-jemarinya. Adapun pada perkembangan motorik kasar (aktivitas melibatkan otot besar) seharusnya anak memiliki kemampuan seperti berjalan, berdiri, duduk.


Bunda sangat ditekankan untuk memberikan ASI eksklusif setidaknya 6 bulan pertama setelah kelahiran bayi. Setelah melewati masa ASI eksklusif, Bunda bisa memberikan MPASI yang tentunya dengan menyertakan sayur dan buah.

Usahakan sebisa mungkin agar si kecil menyukai sayur, carilah momen yang tepat untuk memberikan sayur dan buah untuk anak. Bunda jangan pernah putus asa merayu si kecil agar mau makan sayur, tapi jangan terlalu memaksa karena bisa membuatnya trauma pada sayur. Jika si kecil suka sayur, maka kebiasaan makan sayur ini akan terus terbawa hingga dewasa yang membuatnya jadi generasi unggul dan cerdas di masa depan.

Adapun pada tahun kedua kehidupan anak, Bunda harus tetap cekatan dalam memberikan asupan gizi seimbang untuknya, pada masa ini mungkin Si Kecil mulai diperkenalkan dengan lebih banyak jenis dan tekstur makanan.

Yang dikhawatirkan pada periode ini anak rewel meminta asupan kurang sehat seperti minuman manis (tinggi gula) yang biasanya disukai anak-anak. Bunda harus mengatur strategi agar anak jangan sampai “kecanduan” minum minuman manis dan asupan kurang sehat lainnya karena berpengaruh buruk untuk tumbuh kembangnya.

Mencurahkan Kasih Sayang

Selain nutrisinya sangat penting untuk tumbuh kembang bayi, menyusui juga bermanfaat untuk membentuk ikatan bonding antara Ibu dan Bayi. Seorang bayi sangat membutuhkan curahan kasih sayang agar tumbuh kembangnya optimal.

Penelitian menemukan bahwa stimulasi dan curahan kasih sayang yang dirasakan bayi maupun balita ternyata sangat menentukan tingkat kecerdasannya di masa mendatang. Para ahli menjelaskan curahan kasih sayang yang dirasakan anak berpengaruh terhadap kondisi fisik dan mentalnya di masa depan (masa dewasa).


Kasih sayang orangtua pada anak berasal dari hati yang tulus untuk mencintai, menyayangi, membahagiakan dan memberikan kenyamanan pada anak tanpa rasa pamrih. Curahan kasih sayang tersebut menimbulkan banyak sekali efek positif untuk anak, menjadikan anak lebih dekat dengan orangtua dan anak terdorong untuk selalu menyayangi keluarganya. Peneliti menyebutkan anak yang mendapatkan kasih sayang memiliki kinerja otak yang secara umum lebih baik, selain itu mental dan fisiknya juga lebih baik.

Studi dari UCLA mengungkapkan orang-orang (dewasa) yang sejak kecil diasuh oleh orangtua yang penuh rasa kasih sayang lebih terhindari dari terkena penyakit diabetes dan kardiovaskular dibandingkan orang-orang yang masa kecilnya kurang mendapatkan kasih sayang.

Ketua tim peneliti bernama Judith E. Carroll dari Cousins Center for Psychoneuroimmunology UCLA, menjelaskan hal ini berhubungan dengan tingkat stres lebih rendah bagi orang-orang yang masa kecilnya mendapatkan kasih sayang yang mencukupi. Rendahnya tingkat stres dapat menurunkan risiko penyakit.

Banyak psikolog menjelaskan bahwa anak-anak yang sejak kecil mendapatkan kasih sayang umumnya tumbuh dengan kepribadian baik seperti mudah beradaptasi, ramah, periang, menyenangkan, bisa berempati dan tidak penakut.

Menjaga Kebersihan Si Kecil

Kebersihan adalah hal yang super penting. Menjaga kebersihan bayi sangat penting untuk mencegah resiko serangan penyakit pada bayi. Jika Si Kecil sering sakit, tumbuh kembangnya dapat terganggu.

Memandikan Bayi. Bayi baru lahir sebenarnya cukup dimandikan dengan air hangat saja. Apabila kondisi tertentu benr-benar mengharuskan untuk menggunakan sabun, pastikan untuk menggunakan sabun berbahan lembut yang dikhususnya memang untuk bayi. Jangan menggunakan sabun umum (yang digunakan orang dewasa) karena kulit bayi masih sangat sensitif. Bagian yang dibersihkan dengan sabun seperti leler, ketiak, selangkangan, dan lipatan kulit tubuh bayi.

Menjaga Kebersihan Tubuh Bayi. Biasakan untuk mencuci tangan bayi sebelum makan, sesudah makan cuci lagi tangannya. Perhatikan juga kebersihan giginya, Bunda bisa menyikat gigi dan gusi Si Kecil sejak giginya tumbuh. Secara berlaka gunting kuku Si Kecil, hendaknya dilakukan setelah mandi karena kuku menjadi lebih lunak saat itu sehingga memudahkan untuk dipotong.


Hal lain yang perlu diperhatikan:

  1. Pastikan menjaga kebersihan alat makan bayi.
  2. Perlu perlakuan khusus dan ketelitian dalam mencuci peralatan makan bayi seperti botol dan dot, sehingga mencegah bakteri masuk ke dalam tubuh bayi karena daya tahan tubuhnya masih lemah. Sikat botol hingga tidak ada sisa yang tertinggal.
  3. Jaga kebersihan pakaian bayi, jika membeli pakaian baru untuk bayi hendaknya dicuci terlebih dahulu, mengingat kulit bayi yang masih sangat sensitif.
  4. Saat memcuci pakaian bayi, usahakan menggunakan detergen khusus yang diformulasikan untuk kulit bayi, karena dikhawatirkan detergen biasa terlalu keras untuk kulit bayi yang memicu iritasi maupun gatal-gatal pada kulit bayi.

Bunda perlu menanamkan kebiasaan hidup bersih pada Si Kecil. Bunda harus bersabar dalam membiasakan dan mengedukasinya secara terus-menerus, walaupun usianya masih satu tahun tapi sejak dini perlu ditanamkan mindset untuk hidup bersih.

Karena jika tidak dibiasakan, anak mungkin akan sering makan snack tanpa mencuci tangan, dan ini akan terus berlanjut saat usianya 5 tahun, 10 tahun dan seterusnya. Maka dari itu, sejak umur satu tahun sudah mulai diajari dan dibiasakan.

Karena makan adalah aktivitas rutin yang dilakukan berulang-ulang setiap hari, Bunda harus memperhatikan kebersihan peralatan makan, khususnya jika anak Bunda masih usia bayi dan balita. Lalai dalam kebersihan menyebabkan Si Kecil berisiko terkena diare, infeksi saluran napas hingga dapat mengalami gangguan tumbuh kembang.

Ajak Ngobrol Si Kecil

Bayi tentunya belum bisa berbicara, tapi bukan berarti Bunda tidak bisa mengajaknya mengobrol, Bunda bisa menceritakan hal apa saja pada Si Kecil. Jangan kaget jika saat mengobrol, Si Kecil akan memberikan respon yang lucu dan tidak terduga.

Jika ada yang mengira mengobrol dengan si kecil tidak bermanfaat, itu salah besar, justru mengajak ngobrol bayi dapat menstimulasinya untuk tumbuh menjadi anak yang pintar. Penelitian menemukan bahwa anak-anak yang sejak bayi sering diajak ngobrol oleh orangtuanya secara umum akan tumbuh dengan lebih pintar dibandingkan anak-anak yang jarang mengobrol dengan orangtuanya.

Ilmuwan yang melakukan penelitian tersebut menjelaskan bahwa rutinitas berkomunikasi (mengobrol) antara orangtua dan anak berpengaruh besar terhadap kualitas IQ dan kemampuan bahasa anak nantinya. Banyaknya kata yang didengarnya sejak bayi hingga usia 2-3 tahun ternyata memiliki pengaruh terhadap prestasinya di bidang akademis saat berusia 9-10 tahun.

Peneliti melihat adanya keterkaitan antara aktivitas mengajak anak mengobrol sejak bayi secara rutin dengan prestasi akademis yang unggul pada anak.

Dengan manfaatnya yang besar tersebut, Bunda harus rajin-rajin mengajak bayi mengobrol, ini juga membantunya agar bisa cepat bicara. Si Kecil sangat jago merekam, saat diajak mengobrol dia akan memerhatikan dan mendengarkan perkataan yang sering diucapkan orangtuanya, ini akan memicunya untuk berusaha mengucapkan kata-kata tersebut. Dengan aktivitas mengobrol yang rutin, Si Kecil akan mengetahui banyak kosakata.

Bayi merekam kata-kata yang diucapkan kepadanya. Anak yang sejak bayi sering diajak mengobrol sehingga mendengarkan lebih banyak kata, akan memiliki lebih banyak kosa kata saat berusia 3 tahun (dibandingkan teman-teman sebayanya), kemampuan membacanya juga lebih baik.

Mengajak bayi mengobrol juga dapat meningkatkan ikatan batin antara Ibu dan Bayi. Si Kecil akan merasa dicintai, hal ini akan tertanam dibenaknya, kelak jika sudah besar dia akan terbuka pada orangtuanya.

Komunikasi sangatlah penting, Bunda harus bisa mengetahui bahasa tubuh si Bayi. Misalnya saat Si Kecil haus biasanya akan memasukkan jari ke mulut. Bunda harus berusaha mengetahui bahasa tubuhnya, bisa juga Bunda mengajarkannya bahasa gerakan tubuh yang dipahami bersama.

Jika Bunda ingin pergi ke toilet sehingga terpaksa meninggalkan Si Kecil, maka ajak bicara Si Kecil, katakan: “Bunda mau ke toilet dulu ya, nanti balik lagi”. Hal ini terkesan sepele, tapi membiasakan mengajak bicara seperti itu dampaknya sangat besar untuk tumbuh kembang Si Kecil. Saat mengajaknya ngobrol, tatap matanya sambil menunjukkan berbagai macam ekspresi, Si Kecil akan merasakan curahan kasih sayang sekaligus belajar berkomunikasi.